"Dengan cahaya terang vaksinasi, akhir terowongan akan terlihat, meskipun akan memakan waktu beberapa bulan lagi. Kita akan mengalahkan virus ini. Dan itulah mengapa saya sangat yakin bahwa kita akan berhasil."
Bagaimana reaksi partai lain?
Pemimpin fraksi partai populis kanan, Alternatif untuk Jerman (AfD) di parlemen, Alexander Gauland meminta pemerintah untuk memprioritaskan vaksinasi.
"Dalam hal vaksinasi, Joe Biden (Presiden AS) langsung terpaku pada moto Donald Trump yakni 'America First.' Dan itu benar, hadirin sekalian," kata Gauland.
Sementara itu ketua fraksi SPD di parlemen, Rolf Mützenich setuju dengan Merkel bahwa tes COVID-19 harus memainkan peran besar dalam mengekang laju infeksi sampai lebih banyak orang telah divaksinasi.
Namun, dia menambahkan ingin agar perusahaan-perusahaan diwajibkan untuk mengupayakan tes COVID-19 pada pekerjanya.
SPD sebelumnya juga sudah mengajukan usulan ini . Mützenich juga menunjukkan rasa hormatnya kepada Kanselir Merkel karena memikul tanggung jawab atas rencana lockdown ketat masa Paskah yang gagal, yang juga menjadi tanggung jawab pihak lainnya.
SPD kemudian meminta partai oposisi untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab daripada hanya menunjuk kesalahan pada orang lain.
Bagaimana rencana lockdown masa Paskah?
Baca Juga: Satgas Minta Pemda Antisipasi Mobilitas Warga Saat Long Weekend Paskah
Jerman sedang berjuang untuk menahan gelombang ketiga infeksi yang sebagian besar dipicu oleh varian mutasi Inggris B117 yang lebih menular.
Institut Robert Koch (RKI) yang merupakan lembaga federal untuk memonitor dan menangani penyakit menular melaporkan Kamis (25/03) ada lebih dari 22.000 kasus infeksi baru dalam satu hari.
Rencana lockdown secara ketat muncul setelah pertemuan panjang dan alot antara Kanselir Merkel dan pemimpin 16 negara bagian Jerman pada hari Selasa (23/03) lalu.
Saat itu diputuskan oleh para pemimpin tersebut, untuk menerapkan lockdown yang lebih ketat selama lima hari selama masa Paskah, termasuk toko bahan makanan dilarang beroperasi, kecuali satu hari.
Gagasannya adalah untuk memperlambat laju infeksi. Tetapi langkah itu kemudian dikecam, karena dinilai tidak mungkin banyak yang berubah dan bisa mematikan perekonomian.
Pelaksanaan lockdown secara ketat di masa Paskah juga dianggap sulit dilakukan dalam waktu yang singkat, termasuk di antaranya karena menyangkut masalah hukum ketenagakerjaan yang rumit.
Kanselir Merkel mengatakan, setelah direnungkan, kerugian yang ditetapkan dari rencana itu tampaknya lebih besar daripada manfaat yang mungkin didapat.
Rencana untuk menyatakan Kamis Putih dan Sabtu Paskah sebagai hari libur atau "hari tenang" tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat, ujar Merkel di Berlin tentang keputusan pemerintah sebelumnya.
Keputusan yang diambil pada Selasa (23/03) malam "semata-mata adalah kesalahan saya," tandas Merkel.
Atas hal tersebut, kemarin dia meminta maaf kepada warga Jerman. Namun Merkel membantah tuduhan bahwa manajemen krisis coronanya tergelincir.
"Saya yakin kita semua telah membuat kemajuan dalam memerangi pandemi ini dan tidak mengalami kemunduran," katanya.
Beberapa pemimpin negara bagian juga mengikuti langkah Merkel.
"Kami minta maaf," kata Perdana Menteri Bayern, Markus Söder di München.
Perdana Menteri Schleswig-Holstein, Daniel Günther (CDU) secara kritis mendesak "persiapan yang masuk akal" di masa depan.
Sementara itu, ketua Partai CDU dan Perdana Menteri North Rhein Westfallen, Armin Laschet mengkritik diri sendiri di media "Bild": "Kita seharusnya tidak membuat keputusan yang terlalu jauh," katanya.
"Itu adalah kesalahan."
"Sikap mengakui kesalahan patut dihormati," kata Katrin Göring-Eckardt dari Partai Hijau.
Namun, dia menambahkan: "Manajemen krisis corona pemerintah telah gagal."
Kelompok oposisi meminta agar parlemen untuk lebih dilibatkan dalam penanganan pandemi.
"Kapan Anda akhirnya akan berhenti, berada dalam lingkaran kecil, lelah membuat keputusan tentang kehidupan jutaan orang?” tanya Marco Buschmann, pemimpin FDP di parlemen.
Popularitas CDU/CSU merosot dalam jajak pendapat
Dalam jajak pendapat baru-baru ini, menjelang pemilihan umum, popularitas partai yang saat ini memerintah CDU dan CSU telah terus merosot tajam.
Lambannya menggenjot vaksinasi sesuai target, kelelahan panjang masa lockdown, dan bukti terjadinya korupsi pengadaan masker, makin berdampak pada reputasi CDU/CSU dalam beberapa hari terakhir.
Dalam jajak pendapat FORSA yang diterbitkan Rabu kemarin, popularitas kedua partai konservatif itu merosot lebih jauh hingga kisaran 26%.
Padahal dalam beberapa survei pada pertengahan Februari, popularitas CDU/CSU dalam jajak pendapat masih di atas 30%, hampir 40%. ap/as(dpa/ap/rtr,afp)
Berita Terkait
-
Masih Banyak yang Menganggap Sama, Apa Bedanya Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus?
-
Penumpang LRT Jabodebek Melonjak 2 Kali Lipat Saat Libur Paskah 2026, Tembus 270 Ribu Orang
-
Makna Kebangkitan dalam Perayaan Paskah 2026, Simbol Harapan dan Kasih
-
Saat Telur Jadi Harta Karun: Cara Sederhana Menghidupkan Momen Paskah Sambil Kulineran di Sini
-
BRI Peduli Salurkan 10.050 Paket Sembako di Momen Paskah
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan