Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Blessmiyanda, Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta. Profil Blessmiyanda sedang menjadi sorotan setelah diduga dugaan asusila atau pelecehan seksual.
Diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menonaktifkan Blessmiyanda atas dugaan pelecehan seksual dan dugaan perselingkuhan. Blessmiyanda dinonaktifkan pada hari Jumat (19/3/2021) lalu, selang satu hari menyusul diterimanya dua pengaduan, yaitu dugaan pelecehan seksual dan dugaan perselingkuhan oleh Kepala BPPBJ.
Anies juga mengatakan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dijalankan pada kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Blessmiyanda. Selengkapnya, langsung saja simak profil Blessmiyanda, Kepala BPPBJ DKI Jakarta yang telah dirangkum berikut ini.
Latar Belakang Blessmiyanda
Pemilik nama lengkap Blessmiyanda Amanna ini lahir di Bengkulu, tahun 1969. Bless, panggilan akrabnya, pernah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 31 Jakarta, dan Makkan International Institute.
Blessmiyanda merupakan salah satu asesor pengadaan barang/jasa pemerintah yang menjabat sebagai Kepala BPPBJ Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2015 sampai 2017, dan pada bulan juli 2018 hingga sekarang.
Pada tahun 2015, Gubernur DKI Jakarta yang menjabat kala itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyebut Blessmiyanda sebagai salah satu dari 13 assessor atau juru taksir terbaik di Indonesia. Itulah alasan kenapa Blessmiyanda ditunjuk sebagai kepala BPPBJ DKI Jakarta.
Kemudian dua tahun berselang, yaitu pada 2017, Gubernur Djarot Saiful Hidayat sebagai penerus Ahok mendemosi Blessmiyanda karena dianggap tidak produktif. Jabatan Blessmiyanda diturunkan dari kepala BPPBJ menjadi Asisten Deputi Bidang Lingkungan Hidup.
Baca Juga: Sempat Bela, Riza Kini Ancam Pihak yang Tutupi Kasus Pelecehan Blessmiyanda
Pada bulan September 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merotasi 11 pejabat eselon II. Anies menyebutkan bahwa perombakan pejabat itu untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Di antara pejabat yang dirotasi itu, salah satunya adalah Blessmiyanda.
Akhirnya Blessmiyanda kembali dilantik sebagai Kepala BPPBJ. Dan kini, Blessmiyanda dibebastugaskan dari jabatannya.
Sementara itu, Blessmiyanda sendiri membantah isu pelecehan seksual yang menyeretnya. Ia mengaku sedang mendapatkan fitnah dan hal tersebut sudah sering menimpanya.
Demikian profil Blessmiyanda, Kepala BPPBJ DKI yang dinonaktifkan karena dugaan asusila.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ramalan 12 Zodiak 31 Juli 2026: Jalur Baru Bawa Keberuntungan, Leo Menuju Sukses
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional
-
Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?
-
Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026
-
Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun