Suara.com - Pria yang diduga tendang wanita Asia di AS berhasil ditahan pada Rabu (31/03) malam atas tuntutannya di Pengadilan Kriminal Manhattan.
Menyadur New York Post, pria itu bernama Brandon Elliot itu didakwa dengan dua tuduhan, yaitu penyerangan tingkat dua sebagai kejahatan rasial dan satu tuduhan percobaan penyerangan tingkat pertama sebagai kejahatan rasial
"Sekitar pukul 11:40 Senin pagi, korban sedang dalam perjalanan ke gereja ketika terdakwa mendekatinya di jalan, mengumpat padanya, mengatakan bahwa dia tidak pantas berada di sini, menyebutnya sebagai sesuatu yang Asia."
"Dia menendangnya di dada, menjatuhkannya ke tanah dan mulai menginjak kepalanya," kata Asisten Jaksa Wilayah Courtney Razner kepada Hakim Paul McDonnell.
"Biar saya perjelas: wanita pemberani ini adalah warga di sini. bagian dari orang Asia-Amerika di New York. Semua orang berhak di sini," kata Jaksa Wilayah Cyrus Vance.
"Serangan terhadap warga Asia-Amerika New York adalah serangan terhadap semua warga New York, dan Kantor saya akan terus melawan kebencian dalam segala bentuknya."
Elliot yang tinggal di tempat penampungan tunawisma menghabiskan hampir dua dekade di penjara bagian utara sebelum serangan hari Senin.
Dia bersalah karena membunuh ibunya dengan pisau dapur di depan saudara perempuannya yang berusia lima tahun di rumah mereka di Bronx pada tahun 2002 ketika dia berusia 19 tahun.
Ia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara seumur hidup tapi dibebaskan bersyarat seumur hidup pada 2019, kata seorang pejabat Departemen Pemasyarakatan negara bagian sebelumnya.
Baca Juga: Pejabat Korban Kekerasan Rasial di AS Buka Baju untuk Buktikan Patriotisme
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari