Suara.com - Dua pria bersaudara di Texas melakukan bunuh diri setelah membunuh semua anggota keluarga, termasuk ayah, ibu, saudara dan nenek.
Menyadur New York Post, Rabu (07/04) pelakunya adalah Farhan Towhid (19) dan kakaknya, Tanvir Towhid (21). Keduanya merupakan saudara kandung yang sudah lama berjuang mengatasi depresi.
Mereka membunuh seluruh anggota keluarga karena 'saling menyayangi', di mana dalam catatan bunuh diri, salah satu pelaku menulis takm au keluarganya bersedih jika ia bunuh diri.
"Saya cinta keluarga saya. Saya benar-benar melakukannya. Dan itulah mengapa saya memutuskan untuk membunuh mereka," tulis Farhan.
"Jika saya bunuh diri, mereka akan sengsara. Mereka akan menghabiskan sisa hidup mereka dengan perasaan bersalah, putus asa, dan banyak kata sifat lain yang berarti sedih."
"Daripada harus berurusan dengan akibat bunuh diri saya, saya bisa membantu mereka dan membawa mereka bersama saya. Tak satu pun dari kami harus merasa sedih lagi," tulisnya.
Polisi yakin pria berdarah Bangladesh melakukan hal itu pada hari Sabtu di rumah keluarga di Allen, Texas. Dalam catatan yang sama, dia juga menjelaskan alur pembantaian massal itu.
"Rencananya sederhana. Kami mendapatkan dua senjata. Saya mengambil satu dan menembak saudara perempuan dan nenek saya, sementara saudara laki-laki saya membunuh orang tua kami dengan yang lain. Lalu kita bunuh diri kita sendiri," tulisnya.
Keenam korban ditemukan oleh polisi dengan luka tembak selama pemeriksaan kesehatan sekitar pukul 1 Senin. Tidak segera jelas senjata apa yang digunakan.
Baca Juga: Waspada, Paparan Kimiawi Plastik Tingkatkan Risiko Depresi Pascamelahirkan
Dari catatan bunuh diri, Farhan juga membahas bagaimana mudahnya mendapat senjata di Amerika sehingga itu memuluskan aksi mereka.
"Hal yang harus dilakukan saudara saya adalah pergi ke toko senjata, mengatakan sesuatu tentang senjata untuk pertahanan rumah, menandatangani beberapa formulir, dan hanya itu."
"Ada pertanyaan yang menanyakan apakah dia menderita penyakit mental tapi coba mengerti, dia berbohong."
Dengan senjata itu, mereka menembak ayah, Towhidul Islam (54), ibu, Iren Islam (56) dan nenek berusia 77 tahun Altafun Nessa, yang sedang berkunjung dari Bangladesh.
Mereka juga membunuh saudara kembar Farhan yang berusia 19 tahun, Farbin - yang dilaporkan memiliki beasiswa penuh ke NYU.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia
-
Ahli BPK Bongkar Dugaan Penyimpangan di Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji
-
Jaksa Dilarang Kasasi, Menko Yusril Nyatakan Nasib Delpedro Cs Kini Final Setelah Putusan PN Jakpus
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Prabowo Diteriaki 'Penakut' oleh Massa Aksi Demonstrasi Tolak BoP
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Viral! Pemotor Lawan Arah di Pondok Labu Ngamuk Sambil Genggam Batu Saat Ditegur Warga