- Demonstrasi pada Jumat (6/3/2026) mengkritik Presiden Prabowo mengenai sikapnya terhadap konflik Timur Tengah.
- Ketua Centra Initiative, Alaraf, menyebut Presiden "penakut" karena tidak mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran.
- Ketidaktegasan dikaitkan dengan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dipimpin Donald Trump.
Suara.com - Suara.com – Dalam aksi Demonstrasi hari ini Jumat (6/3/2026) gelombang kritik tajam terus menghantam Presiden Prabowo Subianto terkait sikap politik luar negeri Indonesia dalam merespons eskalasi konflik di Timur Tengah.
Prabowo dinilai tidak berani mengambil sikap tegas untuk mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan konstitusi Indonesia.
Salah satu orator Ketua Centra Initiative, Alaraf, secara gamblang menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang "penakut" karena dianggap gagal menegakkan amanah UUD 1945 tentang penghapusan penjajahan di atas dunia.
"Saya melihat Presiden tidak memiliki sikap politik untuk mengutuk dan mengecam serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran. Karena itu saya bilang Presiden penakut, Presiden tidak berani menegakkan konstitusi," ujar Alaraf, pada Jumat (6/3/2026).
Soroti Keanggotaan di BOP dan Pengaruh Donald Trump
Alaraf juga menilai, ketidak tegasan Prabowo berakar pada keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Menurutnya, posisi Indonesia saat ini seperti "dikunci" oleh kepentingan politik dan bisnis Amerika Serikat.
Ia mendesak agar Indonesia segera keluar dari BoP karena organisasi tersebut dianggap tidak strategis dan justru mengabaikan agenda kemerdekaan Palestina.
"Presiden sudah bergabung di dalam BoP yang BoP ketuanya adalah Donald Trump, sehingga Presiden sudah berada dalam kuncian, dikunci oleh Trump," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa di dalam BoP tidak terdapat otoritas Palestina, melainkan hanya berisi proyek-proyek bisnis yang menguntungkan pihak tertentu, termasuk menantu Donald Trump, dalam konteks rekonstruksi pasca perang di Gaza.
Baca Juga: Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
Suasana Aksi, Massa Tutup Muka dan Asyik Bersantai
Dibalik memanasnya orasi tersebut, tampak terlihat unik di sisi lain saat massa aksi enggan untuk menunjukkan wajahnya.
Tak seperti suasana aksi pada umumnya, berdasarkan pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang cukup kontras.
Meski narasi yang diusung sangat keras, atmosfer di lapangan terlihat lebih cair. Beberapa massa aksi tampak mengenakan pakaian santai dan terlihat enggan menunjukkan wajah mereka saat diambil gambar oleh awak media.
Alih-alih berhadapan dengan kamera, sebagian massa memilih menutupi muka mereka dengan poster tuntutan yang mereka bawa. Di sela-sela orasi, terlihat pula sejumlah masaa aksi yang justru asyik duduk-duduk bersantai di barisan belakang, menjauh dari pusat orasi. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Sentil Budaya 'Omon-omon', Dasco Ajak Masyarakat Sipil Perkuat Persatuan Nasional
-
Menteri KKP Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih di 2026
-
Bicara Soal BoP Jelang Sidang Putusan, Delpedro Dkk: Hei, Antek-antek Asing
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun