Suara.com - Pangeran Philip, Duke of Edinburgh meninggal di usia 99 tahun. Menyadur NBC News Jumat (09/04), suami Ratu Elizabeth II ini menghembuskan nafas terakhir di Kastil Windsor, tempatnya menghabiskan masa pensiun.
Banyak yang mengenang Pangeran Philip sebagai suami penguasa Inggris, namun hanya sedikit yang tahu bahwa ia tak dibesarkan seperti kisah negeri dongeng,
Dalam laporannya, NBC News menyebut bahwa masa kanak-kanak Pangeran Philip cukup suram. Pria kelahiran 10 Juni 1921 ini adalah putra dari Pangeran Andrew, penguasa Yunani dan Denmark dan Putri Alice dari Battenberg.
Paman Philip yang saat itu menjabat sebagai Raja Yunani dipaksa turun tahta sehingga ia mengungsi ke Paris. Situasinya sangat sulit kala itu sehingga Philip yang masih bayi dibawa dengan tempat tidur dari kotak jeruk.
Singkat cerita, ketika berumur 7 tahun, Pangeran Philip pindah ke Inggris dan tinggal di Istana Kensington yang sekarang dikenal sebagai rumah Pangeran William dan keluarganya.
Ia tinggal di sana bersama nenek dari pihak ayah, Victoria Mountbatten dan kemudian mengenyam pendidikan di Gordonstoun, sebuah sekolah berasrama di Skotlandia.
Philip remaja bergabung dengan Royal Navy dan lulus dari Britannia Royal Naval College sebagai kadet berprestasi.
Karir militernya sangat cemerlang dengan tugas aktif dari Samudera Hindia ke Mediterania. Pada tahun 1945 di akhir Perang Dunia II, dia berada di Teluk Tokyo ketika Jepang menyerah.
KIsah cintanya dengan Ratu Elizabeth II dimulai pada tahun 1934 di sebuah pernikahan keluarga. Keduanya adalah sepupu, cicit dari garis keturunan Ratu Victoria.
Baca Juga: Foto Pangeran Philip Muda, Gagahnya Bikin Ratu Elizabeth II Jatuh Cinta
Pasangan itu sering bertukar surat saat Pangeran Philip bertugas di luar negeri selama perang dan hanya bertemu sesekali. Keduanya lalu menikah di Westminster Abbey pada 20 November 1947, dengan sekitar 2.000 tamu yang hadir.
Pangeran Philip melepaskan gelar kerajaan Yunani dan menjadi warga negara Inggris. Ayah Elizabeth, Raja George VI memberinya gelar baru yaitu Duke of Edinburgh.
Pangeran Philip menghabiskan 65 tahun masa hidupnya untuk mendukung istri yang diangkat jadi Ratu Inggris. Ia pensiun dari peran publiknya pada tahun 2017 dan sejak itu sangat jarang terlihat.
Di tahun aktifnya, ia membantu menetapkan arah baru bagi monarki di bawah seorang ratu muda. Dalam pidatonya peringatan 50 tahun pernikahan, Ratu Elizabeth II menyebut Pangeran Philip sebagai "kekuatan dan bertahan".
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya
-
Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan
-
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!
-
Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini
-
Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana
-
Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone