Suara.com - Ratusan petugas Satpol PP Jakarta Pusat dikerahkan ke Pasar Tanah Abang untuk melakukan pengawasan selama bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah.
Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan mengatakan pihaknya telah mendirikan delapan posko pengawasan untuk memantau dan mengantisipasi pelanggaran protokol kesehatan jika terjadi lonjakan pengunjung. 150 personel pun dikerahkan.
"Selama bulan Ramadhan ini, kita fokus penjagaan di Tanah Abang dulu. Ada sekitar 150 personel yang kita libatkan di delapan posko itu," kata Bernard saat ditemui di kantor Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Selasa (20/4/2021).
Bernard menjelaskan bahwa dalam pengawasan tersebut, pihaknya akan melakukan operasi tertib masker baik pada pengunjung maupun pedagang, serta mengantisipasi terjadinya kerumunan.
Menurutnya hingga saat ini situasi di Pasar Tanah Abang masih terbilang normal, belum terjadi lonjakan pengunjung selama pekan pertama Ramadhan, petugas tetap mengantisipasi kerumunan.
Ada pun delapan posko yang didirikan Satpol PP Jakarta Pusat berada di sekitar Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jati Pinggir Tanah Abang.
"Utamanya kita ingin memastikan bahwa protokol kesehatan berjalan baik. Meski beberapa pedagang telah di vaksin, jangan sampai mereka mengabaikan protokol kesehatan," kata Bernard.
Sebelumnya, Satpol PP Jakarta Pusat juga menggelar pengawasan protokol kesehatan di 19 lokasi pantau yang tersebar di delapan kecamatan.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan warga pada saat menjelang sahur dimulai pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB dan saat berbuka puasa.
Baca Juga: Bertandang ke IIMS Hybrid 2021, Ada Satgas Pencegahan Covid-19
Operasi tertib masker yang digelar sejak tanggal 12--16 April lalu berhasil menjaring sebanyak 2.919 warga tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Enam pelanggar diantaranya dikenakan sanksi denda administrasi dan sisanya dikenakan sanksi kerja sosial. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat