Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung ikut menyoroti kabar terhapusnya nama pendiri Nadhlatul Ulama, Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud.
Rocky Gerung mengatakan kasus tersebut sangat fatal dan apabila benar maka negeri ini berarti mengkhianati permintaan Presiden Pertama IR Soekarno.
Turut menyoroti klarifikasi Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Rocky Gerung memberi kritikan menohok.
Pernyataan itu disampaikan Rocky Gerung dalam video berjudul "Kemendikbud Cari Gara-gara Lagi. Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah" yang tayang melalui saluran YouTube miliknya.
Rocky Gerung menyebut beredarnya kamus sejarah tersebut merupakan hal yang fatal lantaran Hasyim Asy'ari merupakan tokoh terkemuka di NU maupun Indonesia.
"Itu fatal karena semua orang yang belajar sejarah tahu siapa Hasyim Asy'ari, bahkan terkait nama Wahid Hasyim, Abdurrahman Wahid. Ini satu garis generasi yang menuntun Indonesia masuk ke kemerdekaan dan tidak diketahui masyarakat, bahkan malah ada penghilangan," terang Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com, Selasa (20/4/2021).
"Kalau nama itu hilang, negeri ini mengkhianati permintaan bung Soekarno jangan sekali-kali melupakan sejarah, Jasmerah," tegasnya menambahkan.
Rocky Gerung menegaskan, persoalan semacam ini tidak bisa disepelekan karena menurutnya sekali jejak sejarah berhenti, maka bisa saja muncul upaya menghilangkan jejak republik.
Oleh sebab itu, dia mengaku berharap hal itu benar-benar merupakan kekeliruan semata meski tetap saja tidak bisa dibenarkan karena Kemendikbud jadi terkesan 'kebobolan'.
Baca Juga: Kemendikbud Serahkan Soal CPNS 2021 ke Panitia Seleksi Nasional KemenPAN-RB
"Ada editor di bidang kebudayaan, mungkin Kemdikbud tidak awas karena terlalu sibuk urusan tiga periode, lupa bahwa sejarah dulu juga politik karena dalam sejarah kita belajar tentang etika kekuasaan," kata Rocky Gerung.
"Mempelajari sejarah artinya mempelajari etika kekuasaan. Kewaspadaan kita terhadap jejak sejarah kadang kala atau sering terhalang kenekatan kita mempromosikan masa depan," sambingnya.
Menurut Rocky Gerung, langkah Indonesia tidak sama dengan negara maju lainnya. Oleh sebab itu dia kemudian memberikan sindiran menohok.
"Semua orang di dunia coba cari akarnya. Kita akar sejarah masih pendek, belum 100 tahun, tapi sudah mulai ditinggalkan. Mungkin orang lebih ingat Avangers daripada Hasyim Asy'ari. Itu berbahaya," ujarnya.
Hersubeno Arief selaku teman diskusi lantas memaparkan pembelaan dari Hilmar Farid yang salah satunya menyebut bahwa kamus itu dibuat sebelum masa Nadiem Makarim menjabat.
Menyoroti klarifikasi itu, Rocky Gerung mengatakan, masalahnya bukan terjadi di masa kapan, tetapi lebih pada kenapa namanya tidak ada dalam kamus sejarah tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi
-
Siasat 'Gali Lubang Tutup Lubang' Bos WO Marwah Terbongkar: 58 Pasangan Ketipu Rp2,6 Miliar!
-
Perdana Menteri Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Khusus dari Doha
-
Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global
-
Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan
-
Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain
-
PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka
-
Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas
-
Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen
-
Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji