Suara.com - Kapal selam Nanggala-402 milik TNI Angkatan Laut (AL) belum juga ditemukan pasca-hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) dini hari. Co-founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi melihat banyaknya kemungkinan penyebab hilangnya kontak kapal selam tersebut.
Kapal selam Nanggala-402 tersebut merupakan pabrikan Jerman tahun 1981. Artinya, 40 tahun sudah kapal tersebut digunakan.
Meski berusia 'kolot', Fahmi menganggap TNI AL tidak akan sembarangan dalam merawat kapal selam tersebut.
"Kapal ini dilibatkan dalam kegiatan operasi dan latihan, artinya secara teknis kapal ini dinilai masih layak berlayar," kata Fahmi saat dihubungi Suara.com, Rabu (21/4/2021) malam.
Mengingat usia kapal yang sudah cukup tua, Fahmi menilai mestinya beban kerjanya pun tidak akan semaksimal kapal berusia muda. Itu berlaku dengan beban kerja yang berkaitan daya angkut dan jelajahnya.
Kemungkinan masalah yang muncul akibat jumlah personel terlalu banyak pun bisa saja terjadi. Mengingat awak yang berada dalam kapal berjumlah 53 orang, sementara kapasitas kapal sendiri bisa mengangkut sekitar 34 orang.
"Apakah kelebihan jumlah personel yang diangkut itu apakah mengganggu kinerja kapal dalam kasus ini, kita belum tahu," tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Penerangan TNI AL menyebut kemungkinan penyebab kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak dan tenggelam di Perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) karena blackout. Itu juga yang menyebabkan awak tidak dapat melakukan proses kedaruratan.
Proses blackout atau nihilnya sumber listrik tersebut dimungkinkan terjadi saat kapal tengah menyelam statis. Akibat blackout itu, kapal selam menjadi tidak terkendali.
Baca Juga: Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Kasus Pertama di Indonesia
"Tidak dapat dilaksanakan prosedur kedaruratan harusnya ada tombol darurat untuk menghembus supaya kapal bisa timbul ke permukaan," demikian tertulis dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan AL, Rabu (21/4/2021).
Karena blackout dan proses kedaruratan tersebut, kapal pun tenggelam ke kedalaman 600 sampai 700 meter. Selain itu, analisis sementara lainnya ialah dikarenakan adanya kerusakan tangki BBM yang retak.
"Terjadinya tumpahan minyak disekitar area tenggelam, kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air laut atau pemberian sinyal posisi dari KRI NGL-402," jelasnya.
Kemungkinan adanya kerusakan tangki BBM itu didukung oleh temuan tumpahan minyak disekitar posisi kapal menyelam dari pengamatan udara dengan helikopter pada pukul 07.00 WIB.
Sejauh ini, unsur-unsur satuan tugas (satgas) KRI REM, KRI GNR dan KRI DPN melakukan prosedur pencarian dengan menggunakan sonar aktif di sekitar area penyelaman KRI Nanggala-402 dengan menggunakan methode CORDON 2000 yrds.
Berita Terkait
-
Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Kasus Pertama di Indonesia
-
TNI AL Masih Cari Kapal Selam KRI Nanggala yang Hilang Kontak
-
KRI Nanggala 402 Hilang Belum Ketemu, Pelabuhan Banyuwangi Ditutup
-
TNI AL Rilis Dugaan Penyebab Hilangnya Kapal Selam Naggala-402
-
Kemungkinan Hilangnya Kapal Selam Nanggala-402 Karena Blackout
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini