Suara.com - Kapal selam Nanggala 402 kini berstatus Subsunk dan On Eternal Patrol setelah kehilangan kontak dari 21-24 April 2021. Bicara mengenai kapal selam Nanggala, berikut ini asal muasal nama Nanggala di KRI Nanggal 402.
Diketahui, proses pencarian kapal selam sudah melawati 72 jam, yang mana itu merupakan batas waktu live support ketersediaan oksigen di kapal selam tersebut.
Mulanya kapal selam Nanggala izin untuk melakukan sesi latihan dengan membawa 53 awak, yang masing-masing terdiri dari satu komandan kapal, tiga orang Arsenal, dan 49 ABK.
Untuk yang ingin tahu sejarah nama Nanggala yang disematkan untuk kapal selam kebanggaan TNI Angkatan Laut, berikut ini asal usul nama tersebut.
Begini asal usul nama Nanggala di KRI Nanggala 402
Nama Nanggala diberikan untuk kapal selam TNI AL (Angkatan Laut) memiliki makna yang mendalam. Kata ‘Nanggala’ diambil dari nama senjata tokoh pewayangan Baladewa, yakni seorang Raja dengan karakternya yang keras kepala dan pemarah.
Meski demikian, Baladewa ini adalah Raja yang juga dikenal jujur, tulus, adil, serta tak sungkan untuk mengucapkan maaf jika melakukan kesalahan.
Senjata Nanggala yang dimiliki oleh Baladewa ini konon sangat kuat dan memiliki kemampuan yang super sakti. Konon, Nanggala mampu untuk membelah gunung serta mencairkan besi baja.
Nanggala mempunyai kekuatan ilahi yang berasal dari kesaktian Baladewa. konon Nanggala juga mampu untuk mengeluarkan kekuatan alam yang super besar yang bersumber dari Petir.
Baca Juga: Wira Ananta Rudira Arti Semboyan Korps Kapal Selam RI yang Trending Twitter
Karena makannya yang dalam dan kuat tersebut, TNI AL pun menyematkan nama Nanggala untuk kapal selam mereka, yaitu KRI Nanggala 402. Nama tersebut resmi diberikan pada tanggal 28 Agustus 1981.
Hal tersebut juga tersebut tercantum juga dalam Surat Keputusan Kasal Nomor Skep/2902/IX/1981 tertanggal 26 Agustus 1981 mengenai penetapan KRI Nanggala 402 sebagai kapal perang organik milik armada RI.
Demikianlah informasi mengenai asal usul nama Nanggala di KRI Nanggala 402. Semoga informasi ini bermanfaat. Doa terbaik untuk kapal selam Nanggala 402 yang kini berstatus subsunk dan on eternal patrol.
Kontributor : Ulil Azmi
Tag
Berita Terkait
-
Membaca Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Bahasa yang Mencerminkan Pikiran
-
Arti Nama Putra Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Sarat Makna Indah dan Doa
-
Dakwaan Batal, Dokter Tifa Ngaku Sudah Siapkan 709 Dokumen Jika Eksepsinya Ditolak Hakim
-
Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Tak Akan Berakhir Tanpa Bukti Fisik di Persidangan
-
Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
- Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong
-
PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98
-
Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang
-
Gunung Geulis Sukabumi Terbakar, 4 Hektare Lahan Hangus Api Mendekati Pemukiman