News / Nasional
Rabu, 05 Mei 2021 | 10:53 WIB
Ilustrasi---Anggota Polri dan TNI mengikuti Apel Operasi Ketupat di Silang Monas, Jakarta, Selasa (28/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Mabes Polri melibatkan 155.000 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2021. Operasi tersebut berlangsung selama 12 hari sejak 6 hingga 17 Mei 2021.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan Operasi Ketupat 2021 digelar untuk mengantisipasi warga yang masih berniat melaksanakan mudik di tengah larangan pemerintah.  

"Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman terhindar dari bahaya Covid-19," kata Istiono saat Apel Operasi Ketupat 2021 di Lapangan Presisi, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Kakorlantas Polri Irjen Istiono (tengah) usai memimpin apel Operasi Ketupat 2021. (Suara.com/M Yasir)

Personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2021 meliputi unsur Polri dan TNI. Kemudian instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) hingga Jasa Raharja.

"Jumlah personel yang terlibat sebanyak 155.000 personel gabungan terdiri atas 90.502 personel Polri dan 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti; Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka, Jasa Raharja dan lain-lain," beber Istiono.

Istiono menyampaikan ratusan ribu personel gabungan itu akan ditempatkan di 381 pos penyekatan, 1.536 pis pengamanan, 596 pos pelayanan, dan 180 pos terpadu.

"Untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan dan stasiun. Posko ini bukan hanya sekadar menjadi posko pengamanan dan pelayanan namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Load More