Suara.com - Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki meminta masyarakat internasional mengakhiri pendudukan dan kejahatan Israel terhadap bangsa Palestina.
Seruan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan khusus Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas situasi di Palestina, menyusul konflik terbaru antara Israel dan gerilyawan Palestina di Gaza.
“Ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat internasional untuk menunjukkan tanggung jawab mereka untuk mengakhiri pendudukan Israel atas tanah kami dan situs suci kami,” kata al-Maliki dalam pertemuan yang dipantau melalui laman resmi PBB, Kamis.
Sejak pertempuran meletus 10 hari lalu, otoritas Palestina mencatat 230 korban jiwa termasuk 65 anak-anak, 40 perempuan, dan 15 orang lanjut usia. Ribuan tempat tinggal dan 50 sekolah juga dilaporkan hancur seiring Israel melancarkan agresi terhadap Palestina.
Tidak berhenti sampai di situ, menurut al-Maliki bahkan di masa pandemi COVID-19, Israel telah menggusur secara paksa 100.000 warga Palestina dengan mendirikan permukiman ilegal dan menduduki wilayah-wilayah Palestina.
“Israel menegaskan bahwa mereka berhak melakukan kejahatan ini, untuk membunuh orang-orang tak bersalah dan menyalahkan para korban,” kata dia.
Menilai bahwa Israel tak gentar melanjutkan kebijakan aneksasi dan penjajahan atas tanah Palestina, al-Maliki mendesak masyarakat internasional untuk melawan tindakan Israel yang berlawanan dengan hukum internasional.
Israel juga diharapkan terlibat dalam proses negosiasi yang didorong untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan antara kedua negara tersebut.
“Sekarang waktunya untuk mengambil langkah-langkah guna memberikan perlindungan bagi bangsa Palestina sampai mereka benar-benar dapat mempraktikkan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, atas kebebasan dan kemerdekaan di tanah yang diduduki sejak tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depannya,” ujar al-Maliki.
Baca Juga: Galang Dana Untuk Palestina, Pemkab Pandeglang Istigosah Kumpulkan Rp65 Jut
Sementara itu, Presiden Sidang Umum ke-75 PBB Volkan Bozkir mengulangi seruan untuk gencatan senjata di Gaza.
“Israel, sebagai kekuatan pendudukan, harus memastikan kepatuhan dengan kewajiban hukum humaniter internasional, termasuk proporsi penggunaan kekuatan,” kata Bozkir yang memimpin pertemuan tentang Palestina tersebut.
Ia juga mendesak penghentian kekerasan di wilayah yang diduduki di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur.
Bozkir mengatakan bahwa warga Palestina tidak seharusnya hidup di bawah ketakutan akan penggusuran dari rumah-rumah mereka, karena perluasan kolonialisme di Tepi Barat.
“Penggusuran warga Palestina dari rumah-rumah mereka di Sheikh Jarrah, bisa merupakan kejahatan perang menurut hukum internasional. Israel tidak memiliki otoritas untuk menduduki Yerusalem Timur,” tutur diplomat top Turki itu. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Singgung Pernyataan Hendropriyono Soal Palestina, Ini Kata Muhammadiyah
-
Galang Dana Untuk Palestina, Pemkab Pandeglang Istigosah Kumpulkan Rp65 Jut
-
Resmi! Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata
-
Menlu Retno di PBB: Tanggung Jawab Utama Kita Menyelamatkan Warga Palestina
-
Viral Ucapan Lawas Gus Dur Bela Israel: Hamas Itu Sukanya Berbohong
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov