Suara.com - Kepolisian telah menangkap terduga pelaku pembakar Alquran yang sempat menghebohkan warganet di media sosial. Ternyata, terduga pelaku adalah seorang laki-laki dan bukan berjenis kelamin perempuan seperti yang disangkakan sebelumnya.
Kasus tersebut bermula dari unggahan akun Instagram @farhanah_santoso_245. Berdasarkan video itu, terlihat api membakar setengah Alquran dan ada juga kata-kata tidak pantas yang ditulis di halaman kitab suci umat Islam tersebut.
Bahkan, dalam video tersebut tercantum foto KTP seorang perempuan yang beralamat di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga pemilik akun @farhanah_santoso_245.
Kepada pihak kepolisian, perempuan berinsial F itu menyatakan tidak melakukan hal tersebut, mulai dari mengunggah atau membakar Alquran.
Biso Rahardjo, selaku ketua di lingkungan F tinggal membenarkan, jika petugas Koramil dan Polsek Kebayoran Lama mendatangi kediamanya pada Sabtu (22/5/2021) kemarin. Kepada Biso, dua anggota Koramil itu sempat bertanya apakah ada warga di lingkungannya yang berinsial F.
"Betul, kronologinya gini. Petugas koramil datang ke rumah saya dua orang. Mereka bertanya tentang warga saya yang berinsial F. Kemudian saya kasih tahu, tapi saya minta penjelasan dulu, keperluannya apa. Dari pihak Koramil bilang ada kasus pembakaran Alquran," kata Biso melalui sambungan telepon, Senin (24/5/2021).
Tak lama berselang, lanjut Biso, petugas kepolisian dari Polsek Kebayoran Lama juga tiba di lokasi. Akhirnya, Biso bersama para petugas Polsek Kebayoran Lama dan Koramil mendatangi kediaman F.
"Kemudian kita tunggu sebentar, saya nunggu dari pihak kepolisian, dari Binmas. Setelah datang jam 15.00 sore, kami ke rumah F. Dua anggota koramil, empat serse, dua polisi, dan saya," sambungnya.
Ternyata, F hari itu sedang berada di indekos. Alhasil, ibu dan dua adiknya diminta pihak kepolisian untuk menuju Mapolsek Kebayoran Lama guna kepentingan penyidikan.
Baca Juga: Pembakar Al Quran di Jakarta Ditangkap di Tanjung Duren, Ternyata Lelaki
"Selanjutnya, kebetulan si F tidak di rumah. Katanya di kos. Akhirnya yang dibawa ibunya dan dua adiknya," beber Biso.
Biso melanjutkan, F sebelumnya sempat menolak ketika pihak kepolisian memintanya untuk datang ke Mapolsek Kebayoran Lama melalui sambungan telepon. Namun, akhirnya yang bersangkutan memenuhi panggilan pada malam harinya.
"Karena waktu sebelum dibawa, serse sempat telpon F. Tapi F disuruh datang ke Polsek tidak mau, akhirnya keluarganya yang dibawa. Dia ke kantor polisi malamnya. Sesudah keluarganya dibawa ke Polsek, dia mau datang. Tapi jamnya saya kurang tahu," papar Biso.
Pelaku Sudah Ditangkap
Kepolisian telah meringkus seseorang yang diduga sebagai pelaku dan berjenis kelamin laki-laki. Penangkapan dilakukan di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.
"Benar (sudah ditangkap)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah saat dikonfirmasi, Senin (24/5/2021).
Hanya saja, Azis belum menjelaskan secara detail kronologi penangkapan tersebut. Menurut dia, kasus tersebut akan dibeberkan oleh jajaran Polda Metro Jaya.
"Kabid Humas nanti yang statement," singkat dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya
-
Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain
-
Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar
-
Ibarat Sapu Lidi, Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin Bersatu Jadi Kuat
-
Prabowo Blak-blakan: Semua Partai Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingannya