Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon tidak habis pikir dengan adanya temuan gaji dan uang pensiun siluman Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia mengkritik keras aliran dana misterius itu.
Melalui akun Twitternya, Fadli Zon terkejut dengan temuan data ada 97.000 siluman PNS yang mendapatkan gaji dan uang pensiun.
Ia pun bertanya-tanya aliran dana itu diterima siapa saja. Menurutnya, kejadian tidak masuk akal itu hanya bisa terjadi di Indonesia.
"Hanya di negeri kita ada gaji dan uang pensiun pada 97.000 siluman PNS dan pensiunan. Siapa yang terima?," tanya Fadli Zon di Twitter seperti dikutip oleh BeritaHits.Id, Senin (24/5/2021).
Politikus Partai Gelora ini menyayangkan kejadian ini. Ia menilai uang jumlah besar itu bisa digunakan untuk menaikkan gaji guru honorer, perawat, dan pekerja di bidang pertanian yang jauh lebih bermanfaat.
"Padahal bisa diarahkan untuk naikkan honorer guru, perawat, penyuluh pertanian, dll," tegas Fadli Zon.
Kritikan Fadli Zon itu langsung dibanjiri berbagai komentar dari warganet. Sebagian besar dari mereka mendukung pernyataan Mantan Wakil DPR itu sambil membagikan pandangan mereka.
"Tahun 2015 seluruh PNS di Indonesia sudah mengisi secara online e-PUPNS. Seharusnya saat itu sudah ditemukan dan dibersihkan. Mengapa baru sekarag disampaikan? Ada apa gerangan? 97.000 x gaji/pensiunan sangat besar untuk jadi modal tambahan," komen warganet.
"Pantesan istri saya susah di angkatnya dah hampir 13 tahun, punya golongan K aja gak punya pak @fadlizon. Ternyata ke PNS gaib larinya itu dana. Masya Allah," curhat warganet.
Baca Juga: Mengejutkan! 97 Ribu Data PNS Misterius, Begini Penjelasan BKN
"Gak heran. Negara kita negeri legenda para siluman. Siluman ular, siluman buaya hitam eh maaf buaya putih dll. Jadi soal siluman-silumanan itu lumrah," celutuk warganet.
"Oalah mas mas. Kapan negeri ini bisa maju, kalau bocor di sana sini?????," kritik warganet.
"Dan yang terpenting adalah pengusutan masalahnya pak. Sikat tanpa ampun," desak yang lain.
"Bukan hanya pensiunan. Tapi dulu itu dari awal sudah ada juga alokasi gaji PNS tapi gak tahu siapa yang terima gajinya padahal PNS gak ada. Makanya kalau jual beli PNS dimana lalu itu mudah sekali. Semoga Allah ampuni pelakunya," tulis warganet.
BKN Ungkap 97 Ribu Data PNS Misterius, Dapat Gaji Tapi Orangnya Gaib
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkap adanya hampir 100 ribu data Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang misterius. Mereka mendapatkan gaji namun sosoknya malah 'gaib'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar