Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mendapat tekanan baru untuk mengizinkan parlemen berkumpul kembali setelah penangguhan demokrasi pada bulan Januari lalu.
Menyadur Bloomberg Kamis (27/05), ia dianggap gagal mengatasi wabah Covid-19 di tengah meningkatnya kemarahan publik. Keraguan warga terhadap vaksin adalah salah satu indikator hilangnya kepercayaan terhadap pemerintah.
Melalui Twitter, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Azalina Othman Said menyebut ketidakpercayaan publik harus ditangani dengan debat publik melalui parlemen.
"Saat warga terputus dan marah, jangan harap bersyukur, mengingat Covid-19 akan bertahan selama bertahun-tahun yang akan datang, kami tidak dapat berada dalam keadaan darurat selamanya."
"Apakah kita tetap menjadi satu-satunya negara di dunia yang melumpuhkan parlemen pada saat krisis?" tulisnya di Twitter, Kamis.
Azalina merujuk pada pergolakan politik Malaysia sejak tahun lalu, ketika mantan perdana menteri tiba-tiba turun dan berbagai faksi berebut kekuasaan.
“Tidak ada pemilihan umum yang harus diadakan, melainkan pemerintahan darurat sementara dengan kabinet darurat yang dibentuk, dengan perwakilan dari semua partai politik,” tulis Azalina.
Namun, penangguhan parlemen telah melumpuhkan demokrasi dan kapasitas pejabat pemerintah untuk menanggapi kekhawatiran anggota parlemen, kata Azalina.
Dia mengusulkan agar badan legislatif diizinkan untuk berkumpul kembali tanpa mosi percaya didengar, untuk "meminimalkan drama yang tidak beralasan".
Baca Juga: Warganet Malaysia Serbu Facebook Jokowi, Minta PM Muhyiddin Pulang
Sementara itu, Muhyiddin mengatakan pada hari Minggu bahwa dia senang dikritik selama masyarakat mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi Covid dengan mengikuti protokol.
"Mereka bisa memanggil saya perdana menteri bodoh, tidak apa-apa," katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi RTM milik negara.
"Saya tahu betapa sulitnya mengelola. Tapi ini adalah tanggung jawab kita bersama."
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
BRImo Taiwan Menang Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Layani Kebutuhan Finansial Diaspora
-
Unisa Yogyakarta Sambut Mahasiswi Biarawati Katolik, Bukti Komitmen Inklusivitas
-
BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi, Buka Akses Finansial Lebih Luas bagi Diaspora
-
BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Mudahkan Akses Finansial Diaspora
-
Isu Pabrik Mati Suri dan Permohonan Pailit: Apakah Pabrik Motor Legendaris MV Agusta Bangkrut?
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
43 Ribu Orang Keracunan MBG, Koalisi Sipil Somasi Prabowo
-
BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Perkuat Layanan Finansial Diaspora
-
BRI Hadirkan Inovasi untuk Diaspora, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
10 Perbandingan Fitur Jam Tangan Pintar dan Analog, Mana Pilihanmu?