News / Nasional
Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:50 WIB
Bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin menjadi buronan atau DPO Bareskrim Polri terkait kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. [Dok. Bareksrim Polri]
Baca 10 detik
  • Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap DPO Erwin Iskandar alias Koko Erwin di Tanjung Balai.
  • Koko Erwin ditangkap saat berupaya melarikan diri ke Malaysia menggunakan kapal pada Kamis (26/2).
  • Penangkapan melibatkan dua tersangka lain yang membantu pelarian Koko Erwin dari kejaran aparat.

Suara.com - Sosok Koko Erwin kembali menjadi sorotan setelah aparat kepolisian berhasil menangkap pria yang diduga sebagai bandar sabu kelas kakap di Nusa Tenggara Barat (NTB). Koko Erwin, yang memiliki nama asli Erwin Iskandar, disebut sebagai terduga pemasok uang hingga narkoba kepada eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro.

Penangkapan terhadap Koko Erwin dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Tanjung Balai, Sumatra Utara, Kamis (26/2). Saat itu, Koko Erwin diketahui tengah berupaya melarikan diri ke Malaysia menggunakan jalur laut.

"Yang bersangkutan (Koko Erwin) berhasil ditangkap saat akan melakukan penyeberangan menggunakan kapal tujuan Malaysia," kata Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Kevin Leleury usai tiba di Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat.

Koko Erwin sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Upaya pelariannya ke luar negeri diduga telah dipersiapkan dengan matang. Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi tidak hanya mengamankan Koko Erwin, tetapi juga dua orang lain yang diduga membantunya kabur.

Ia menjelaskan, dua terduga pelaku lain berinisial A alias Y dan R alias K turut ditangkap karena diduga berperan membantu Koko Erwin melarikan diri ke Malaysia guna menghindari kejaran petugas.

"Pelaku A alias Y ditangkap di Riau sementara R alias K di Tanjung Balai bersama Erwin," ucapnya.

Saat proses penangkapan berlangsung, Koko Erwin sempat melakukan perlawanan terhadap petugas meski akhirnya berhasil dilumpuhkan.

"Ada perlawanan tapi sedikit, bisa kami tangani," tuturnya.

Kevin menegaskan, Koko Erwin bukan pemain kecil dalam jaringan narkoba. Ia disebut sebagai bandar sabu kelas kakap yang beroperasi di wilayah NTB dan memiliki dugaan keterkaitan langsung dengan aliran uang serta narkoba kepada AKBP Didik.

Baca Juga: Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia

"Keterkaitan lebih jelasnya mungkin nanti akan dijelaskan pada saat press rilis ya," kata dia.

Hingga kini, Bareskrim Polri masih mendalami peran Koko Erwin dalam jaringan peredaran narkoba serta keterlibatannya dengan sejumlah pihak lain yang diduga terkait dalam kasus tersebut.

Load More