- Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, mengkritik keras pembelian mobil dinas baru senilai Rp8,5 miliar oleh Gubernur Kaltim.
- Kritik muncul karena Kaltim mengalami pemangkasan transfer ke daerah (TKD) signifikan hampir 75 persen dari pemerintah pusat.
- Deddy menyarankan efisiensi melalui sewa kendaraan dibandingkan pembelian mewah yang bertentangan dengan instruksi efisiensi presiden.
Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, yang melakukan pengadaan mobil dinas baru senilai Rp8,5 miliar.
Ia menilai, langkah tersebut merupakan tindakan yang tidak peka dan berlebihan, mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami tekanan hebat akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
"Menurut saya, pembelian kendaraan mewah oleh Gubernur Kaltim saat daerahnya mengalami pemangkasan anggaran yang drastis adalah tindakan yang tidak peka dan berlebihan," ujar Deddy kepada wartawan, dikutip Jumat (27/2/2026).
Ketua DPP PDIP ini membeberkan data bahwa transfer ke daerah (TKD) untuk Provinsi Kalimantan Timur mengalami penurunan yang sangat signifikan, yakni mencapai hampir 75 persen.
"Transfer ke daerah untuk Provinsi Kaltim mengalami pemangkasan hampir mencapai 75 persen, dari Rp9,3 triliun menjadi hanya Rp2,3 triliun. Dalam kondisi anggaran seret seperti ini, pembelian mobil mewah harusnya bisa ditunda ke tahun berikutnya atau dibatalkan sama sekali," tegasnya.
Deddy juga mematahkan argumen yang menyebut bahwa pengadaan mobil mewah diperlukan untuk menunjang operasional di tengah kondisi infrastruktur jalan di Kaltim yang masih buruk.
Menurutnya, ada banyak alternatif kendaraan tangguh yang harganya jauh lebih terjangkau.
"Jika alasannya karena kondisi infrastruktur yang sangat buruk, ada banyak jenis mobil yang mampu (menembus medan tersebut) dengan harga lebih murah," lanjutnya.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah melakukan efisiensi dengan tidak harus memiliki aset kendaraan mewah secara permanen.
Baca Juga: Request Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M, Bisa Buat Ngecor Beton Jalan Berapa Kilometer?
Penghematan bisa dilakukan melalui sistem leasing atau menyewa kendaraan saat dibutuhkan untuk kunjungan ke lapangan.
Lebih lanjut, Deddy menekankan bahwa gaya hidup mewah pejabat daerah ini bertolak belakang dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang gencar menyerukan efisiensi dan penghematan anggaran negara.
"Keputusan tetap melakukan pembelian mobil yang tergolong mewah justru melawan semangat penghematan dan efisiensi yang digelorakan Presiden Prabowo. Toh tidak setiap hari Gubernur berkunjung ke daerah," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, tengah menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, di tengah rencana efisiensi anggaran pemerintah, muncul pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim yang nilainya fantastis, yakni mencapai Rp8,5 miliar.
Kabar ini dengan cepat memantik perdebatan. Banyak pihak mempertanyakan urgensi pembelian kendaraan dinas jenis SUV Hybrid bermesin 3.000 cc tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Dua Wajah THR: Berkah Bagi ASN, 'Penyakit Tahunan' Bagi Buruh Swasta?
-
Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan, Ini Oleh-oleh yang Dibawa Prabowo
-
Buruh Kompak Desak Reformasi SJSN, Minta Revisi UU Libatkan 10 Konfederasi
-
Bukan Lagi Teka-teki, KPK Akhirnya Tahu Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji, Siap Umumkan?
-
Ini Dia Sosok Koko Erwin, Bandar Sabu Kakap yang Diduga Setor Uang dan Narkoba ke Eks Kapolres Bima
-
Detik-detik Penangkapan Koko Erwin, Bandar Pemasok Narkoba ke Eks Kapolres Bima
-
Pendaftar Ganda Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal Langsung Dicoret, Ini Syarat Lengkapnya
-
"Oleh-oleh" Prabowo Usai Keliling Dunia: Bawa Pulang Tarif 0% dari Trump hingga Teknologi Chip AI
-
1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan