Suara.com - Gitaris Slank, Abdee atau Abdi Negara Nurdin diangkat menjadi salah satu komisaris PT. Telkom Indonesia, Tbk(Persero). Penunjukkan Abdee sebagai komisaris Telkom itu membuat publik kecewa.
Dari pantauan Suara.com, Sabtu (29/5/2021), topik mengenai Abdee masuk dalam daftar trending topic Indonesia.
Ada lebih dari 13 ribu cuitan dengan topik tersebut memenuhi linimasa Twitter.
Berbagai ungkapan kekecewaan diutarakan oleh publik melalui jejaring media sosial.
Banyak warganet mengaitkan penunjukkan Abdee di perusahaan plat merah itu sebagai alasan band Slank kini bungkam mengkritisi kebijakan pemerintah, salah satunya soal pelemahan KPK.
"Salam dua jari, jangan lupa pilih Jokowi. Pantas enggak pernah kritik pelemahan KPK lagi. Abdi Slank mendapat jabatan sebagai Komisaris Independen PT Telkom Indonesia Tbk (Persero)" ujar warganet @ma********sp.
"Abdee Slank jadi komisaris Telkom. Puji Tuhan, bungkamnya Slank terhadap pembunuhan KPK sudah mulai menuai hasil, satu personelnya dapat jatah komisaris," tutur @kaf*******is,
"Abdee Slank jadi komisaris tidak jadi soal selama yang bersangkutan punya kemampuan! Yang jadi soal adalah doi membawa brand nama besar grup band Slank, ini makin membenarkan kecurigaan semua orang bahwa diamnya mereka atas pelemahan KPK ada latar belakang kepentingan 'sebungkus nasi'" ungkap @bo******en.
"Kekecewaan publik akan diamnya Slank dalam membela KPK akhir-akhir ini mulai terjawab," ucap @ya******ap.
Baca Juga: Profil Abdee Slank: Gitaris Jadi Relawan Jokowi, Kini Jabat Komisaris Telkom
Sementara itu, penunjukkan Abdee sebagai bagian dari pemerintahan enggan ditanggapi oleh rekan band-nya, Ridho Slank.
Ia mengaku sudah mengetahui rekannya menjadi komisaris Telkom, namun ia menolak memberikan komentar.
"Sudah tahu. Aku nggak komentar. Aku lagi rekaman. Aku nggak ada tanggapan," kata Ridho saat dihubungi awak medi.
Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, mengangkat Abdi Negara Nurdin atau yang dikenal dengan nama panggung Abdee Slank sebagai komisaris Telkom.
Hal tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Jumat (28/5/2021).
Selain Abdee Slank, dalam daftar komisaris Telkom juga ada beberapa nama yang tidak asing bagi publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana