- Kasus dugaan penghinaan terhadap suku Toraja yang melibatkan Pandji Pragiwaksono telah ditingkatkan menjadi tahap penyidikan.
- Pandji Pragiwaksono diperiksa sebagai saksi terlapor oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri pada Senin, 2 Februari 2026.
- Polri akan segera menginformasikan perkembangan kasus ini, termasuk rencana gelar perkara untuk menentukan status hukum Pandji.
Suara.com - Kasus dugaan penghinaan terhadap suku Toraja yang menyeret komika Pandji Pragiwaksono dipastikan telah naik ke tahap penyidikan. Kepastian itu terungkap setelah Pandji menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (2/2/2026).
Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Rizki mengatakan meski perkara telah naik ke tahap penyidikan, Pandji hingga kini masih diperiksa sebagai saksi terlapor.
"Masih sebagai saksi. Kasusnya sudah tahap penyidikan," kata Rizki kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Menurut Rizki perkembangan terkait perkara ini akan segera disampaikan. Termasuk rencana gelar perkara untuk menentukan status hukum Pandji ke depan.
“Nanti kami update,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pemeriksaan terhadap Pandji di Bareskrim menjadi babak baru dalam polemik dugaan penghinaan terhadap suku Toraja.
Pada Senin, 2 Februari 2026, Pandji mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, untuk memberikan keterangan sebagai saksi terlapor. Ia menyebut pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan total 48 pertanyaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan