Suara.com - Nama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menjadi yang paling banyak dipilih responden survei Parameter Politik Indonesia sebagai presiden menggantikan Joko Widodo (Jokowi) di 2024.
Elektabilitas Prabowo juga menjadi yang paling tertinggi mengalahkan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.
Survei yang dilakukan pada 23 hingga 28 Mei 2021 itu melemparkan pertanyaan kepada responden 'Jika pemilihan presiden dilaksanakan saat ini, dan Presiden Joko Widodo tidak boleh mencalonkan diri lagi, siapakah yang akan ada pilih menjadi presiden?'.
Hasilnya, sebanyak 16,5 persen memilih Prabowo untuk duduk di kursi presiden. Nama Prabowo lantas diikuti oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dipilih 13,8 persen responden.
Kemudian posisi ketiga diduduki oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dipilih oleh 12,1 persen responden.
"Peta politiknya secara umum memang tidak pernah berubah, bahwa tokoh-tokoh yang selama ini dipersepsikan selalu menjadi salah satu figur yang layak dipertaruhkan 2024 itu selalu menjadi konsumsi masyarakat secara umum tentang top of mind calon presiden," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam paparannya yang disampaikan melalui daring, Sabtu (5/6/2021).
Di posisi keempat terdapat nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dipilih 5,6 responden, lalu ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatis (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan 4,5 persen repsonden.
Di bawah Sandiaga, ada nama Ridwan Kamil (4,2 persen), Tri Rismaharini (3,9 persen), Basuki Tjahaja Purnama (2,1 persen), Gatot Nurmantyo (2 persen), Puan Maharani (1,1 persen) dan Jusuf Kalla (1,1 persen).
Sementara, responden yang memilih tidak menjawab mencapai 23,9 persen.
Survei ini disbeut melibatkan 1200 responden dengan menggunakan metode simple random sampling dari 6000 nomor HP yang dipilih secara acak. Adapun margin of error survei tersebut sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Survei Terbaru Parameter Politik Indonesia : Prabowo Subianto Capres Terkuat 2024
Berita Terkait
-
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Anies Ajak Warga Jakarta Matikan Lampu 1 Jam
-
5 Capres Terkuat Versi Survei Parameter Politik Indonesia, Prabowo Kian Melemah
-
Survei Terbaru Parameter Politik Indonesia : Prabowo Subianto Capres Terkuat 2024
-
Kasus COVID-19 di Kudus Meledak, Ganjar Minta Seluruh Daerah Tingkatkan Testing
-
Ajak Warga Berpartisipasi, Ganjar Dukung Gerakan Kudus Dua Hari di Rumah Saja
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau