Suara.com - Seorang wanita di distrik Rajanna Siricilla Telangana Utara memeluk menantunya agar tertular Covid-19 karena kesal seluruh keluarganya menjaga jarak.
Menyadur India.com, wanita itu dinyatakan positif Covid-19 dan wajib melakukan isolasi mandiri di rumah. Ia hanya boleh berkegiatan di satu sudut rumah saja agar tak menulari yang lain.
Wanita itu diberi makanan di area yang ditentukan dan tidak diizinkan untuk bertemu cucunya hingga dinyatakan sembuh. Namun sepertinya ia tak tahan dengan situasi ini dan menjadi sangat marah.
Tanpa alasan, wanita ini menuduh menantunya sedang mengucilkan dirinya. ia juga nhamuk karena semua orang menjaga jarak dengannya. Sebagai aksi balas dendam, ia lalu memeluk menantunya agar tertular Covid-19.
"Apakah kalian semua ingin hidup bahagia setelah aku mati?" serang wanita itu pada menantunya.
Sang menantu lantas melaporkan hal ini pada petugas. "Ibu mertua saya memeluk saya dan mengatakan bahwa saya juga harus terinfeksi virus corona," lapornya.
Tak lama, sang menantu tertular virus corona dan mertuanya mengasingkannya dengan cra yang kejam. Wanita berumur 20-an tahun itu dibiarkan di luar rumah dan tak diizinkan masuk.
Saudara perempuannya mendengar berita ini dan datang menjemputnya. Ia lalu dibawa ke rumah orangtuanya di desa Thimmapur, distrik Rajanna Sircilla.
Kini, sang menantu dikabarkan sedang menjalani masa karantina di rumah.
Baca Juga: Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor, Menantu Habib Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat