Suara.com - Vaksin Covid-19 Covaxin pabrikan farmasi Bharat Biotech di India, dikatakan efektif memberi perlindungan sebesar 78 persen guna mencegah Covid-19.
Diberikan dalam dua dosis, vaksin ini terbukti dapat memproduksi antibodi dan memberi pertahanan dari potensi infeksi virus.
Kini otoritas pengawas obat India Central Drugs Standard Control Organization telah mengesahkan vaksin tersebut untuk penggunaan darurat pada 3 Januari 2021 lalu.
Vaksin Covaxin juga dapat digunakan bagi kelompok usia muda 18 tahun ke atas dan telah mendapat izin penggunaan di delapan negara yakni Iran, Meksiko, Nepal, Filipina, Paraguay, Zimbabwe, Guyana, dan Mauritius (Afrika Bagian Timur).
Walaupun dikatakan efektif, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India (MoHFW) mengatakan, vaksin Covaxin juga memiliki efek sampingnya di antaranya adalah:
- Demam
- Sakit
- Mudah marah
- Rasa sakit dan bengkak di bagian lengan
Data uji klinis fase satu dan dua menyebutkan, efek samping yang terjadi juga dilaporkan meliputi kelelahan, nyeri tubuh, mual, muntah, dan kedinginan. Efek samping yang disebut masih ringan dan hanya sedikit laporan efek samping serius.
Dari 380 peserta yang menerima dosis pertama vaksin pada konsentrasi 3 atau enam microgram, 4,5 persen (17 peserta) mengalami reaksi suntikan. Dan 6,1 persen (23 peserta) mengalami reaksi sistemik seperti nyeri badan dan juga demam.
Menurut MoHFW, disarankan untuk mengonsumsi parasetamol yang dikenal sebagai acetaminophen (Tylenol), untuk mengurangi beberapa efek samping ringan pasca-vaksinasi.
Selain itu, perusahaan bioteknologi Bharat Biotech mencatat, ada alergi atau efek samping serius yang bisa saja terjadi. Meski jarang, gejala reaksi berat ini meliputi:
Baca Juga: Bikin Resah Ilmuwan Inggris, WHO Malah Belum Mengakui Varian Corona Nepal
- Sulit bernapas
- Pembengkakkan wajah dan tenggorokan
- Detak jantung yang cepat
- Ruam di seluruh tubuh
- Pusing
- Kelemahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital