Suara.com - Anggota DPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit menyeluruh terhadap dana haji.
Politisi PKS itu menilai audit tersebut perlu dilakukan secara transparan untuk meyakinkan publik bahwa dana haji tak dikorupsi usai pemberangkatan haji 2021 dibatalkan.
Hal itu disampaikan oleh HNW melalui akun Twitter pribadi miliknya @hnurwahid.
"Untuk hilangkan fitnah dan pastikan keamanan dana haji, baiknya secara transpoaran BPK segera audit dana haji dengan dukungan BPKH dan Kemenag," kata HNW seperti dikutip Suara.com, Senin (7/6/2021).
Wakil Ketua MPR RI itu menyebut tuntutan untuk audit dana haji juga disuarakan oleh masyarakat luas.
Meskipun Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah menegaskan dana haji aman, hal itu tak membuat publik merasa tenang.
Oleh karenanya, langkah audit secara keseluruhan mengenai dana haji perlu dilakukan.
"Tuntutan untuk audit dana haji makin meluas sekalipun sudah ada jaminan dari Menag dan Kepala BPKH bahwa dana haji aman," ungkapnya.
Dugaan Dana Haji Ditilap
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Hubungan Indonesia dan Arab Saudi Memburuk, Ini Penjelasannya
Pembatalan keberangkatan ibadah haji 2021 memancing reaksi publik. Tagar #KemanainDanaHaji menjadi trending topic di media sosial Twitter.
Warganet mengunggah pernyataan Rizal Ramli yang menyebut bahwa dana Haji ditilap untuk infrastruktur.
Terlihat dalam video berdurasi 45 detik itu, Rizal Ramli, Dedi Gumelar alias Miing Bagito, dan Gigin Praginanto sedang berdiskusi.
Awal mulanya, Miing menyoroti bahwa Indonesia belum masuk dalam daftar negara yang boleh masuk ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.
Menurut Miing, ini bukanlah suatu masalah kecil sebab Indonesia adalah penduduk dengan mayoritas muslim.
Kemudian Rizal Ramli mengatakan bahwa Indonesia tak diberi kuota haji bukan hanya karena masalah pandemi, namun juga karena ada tagihan-tagihan yang belum dibayar oleh pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan