Suara.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik, mengatakan bahwa pihaknya bersama tim Kerja sama untuk pencegahan penyiksaan (KuPP) bakal melakukan asesmen kepada tiga kepolisian daerah (Polda).
Hal itu dilakukan untuk mengecek penerapan SOP sudah berjalan sesuai HAM atau belum. Ini dikarenakan kekinian masih banyak adanya laporan kekerasan atau penyiksaan terhadap tahanan.
Damanik mengatakan, tiga Polda yang akan diasesmen yakni Polda Papua, Polda Sulawesi Tengah, hingga Polda Metro Jaya.
"Kami mau lihat bagaimana sistem mulai dari mereka ditahan, kemudian diperiksa, aspek kesehatan, hingga apakah dia punya hak berkomunikasi dengan keluarganya. Apakah sudah cukup bagus memenuhi standar HAM?," kata Damanik ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (7/6/2021).
Damanik menambahkan, nantinya dari hasil asesmen akan menggambarkan apakah ada kesalahan penerapan SOP atau tidak. Ia menyebut, hasil itu akan dipaparkan dan dikomunikasikan untuk dicari solusinya.
"Kemudian setelah itu dari hasil assesment ada dialog konstruktif, duduk sama mereka dibentangkan hasil assesmennya, ini ada beberapa kelemahan yang harus dibenahi. Cara membenahinya seperti apa dicari solusi bersama, jadi memang pendekatannya dialog konstruktif," tuturnya.
Lebih lanjut, adapun untuk alasan pemilihan tiga Polda tersebut, Damanik pun memaparkannya. Pertama, Polda Papua dipilih lantaran di sana menurutnya banyak tahanan politik yang mendapat perlakuan kekerasan.
Kedua, Sulawesi Tengah yakni masih erat hubungannya dengan pelaku terorisme. Dan terakhir Polda Metro Jaya dipilih karena kompleksitas di Ibu Kota.
"Tiga sampel ini daerah yang kita anggap krusial," tandasnya.
Baca Juga: Hari Sabtu, Polda Metro Jaya Siapkan Layanan SIM Keliling di Lima Wilayah
Berita Terkait
-
Pimpinan KPK Diperiksa Soal TWK oleh Komnas HAM, Ketua: Harapan Kita Sih Datang Lah
-
Komnas HAM Berharap Pimpinan KPK Penuhi Panggilan Klarifikasi Soal TWK
-
Hari Sabtu, Polda Metro Jaya Siapkan Layanan SIM Keliling di Lima Wilayah
-
Tiada Ganjil-Genap, Volume Kendaraan di Sudirman-Thamrin Naik 115,1 Persen
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Modus Paket Online, Polisi Gagalkan Peredaran Vape Narkotika di Jakbar
-
Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen
-
Demo di Komdigi, Massa Minta Takedown Mens Rea di Netflix dan Ancam Lanjutkan Aksi ke Polda Metro
-
Nyumarno Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kunang
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta