Suara.com - Kebakaran pabrik bahan kimia di Kota Puno, India barat menewaskan 18 orang pada Senin (7/6/2021), demikian keterangan polisi.
Menurut keterangan itu, 20 orang berhasil diselamatkan dan jasad yang telah hangus dari seluruh korban tewas telah ditemukan. Pemerintah daerah menginstruksikan penyelidikan insiden kebakaran tersebut.
Laporan media setempat menyebutkan bahwa kebakaran terjadi di pabrik tempat produsen bahan kimia SVS Aqua Technologies yang memproduksi berbagai produk seperti pembersih tangan.
Tayangan yang beredar di media sosial menunjukkan gumpalan asap mengepul saat petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa melalui Twitter.
Menurut kantornya, keluarga dekat dari para korban tewas akan menerima bantuan sebesar 200.000 rupe (sekitar Rp 39 juta), sedangkan korban luka 50.000 rupe (sekitar Rp 9,7 juta).
Pihak Aqua Technologies tidak langsung menanggapi untuk dimintai komentar. (Sumber: Antara/Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Dianggap Sebagai Beban, Anak-anak Ini Bunuh Orang Tuanya dan Direkam!
-
Kebakaran Gedung Kejagung, Kuasa Hukum Sebut JPU Tidak Bisa Buktikan Penyebab Kebakaran
-
Sedihnya! Diduga Terinfeksi Covid-19, Singa di Kebun Binatang India Mati
-
Viral Aksi 'Avatar' Pria Saat Kebakaran Rumah, Lakukan Gerakan Pengendali Api
-
Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan, Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kebakaran Gunung Bugis
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta
-
Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa