Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang guna pendalaman terkait kasus dugaan pelanggaran HAM Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pegawai KPK, Rabu (9/6/2021).
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung, mengatakan, bahwa yang dijadwalkan jalani pemeriksaan terkait TWK hari ini yakni pihak dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Psikologi dari TNI Angkatan Darat (AD).
"Hari ini memang jadwal BKN dan Psikologi AD (untuk diperiksa)," kata Beka saat dikonfirmasi, Rabu (9/6/2021).
Kendati begitu, Beka belum membeberkan nama dari masing-masing institusi yang disebut. Sementara itu, Komisioner Komnas HAM yang lain Choirul Anam menyebut, pemeriksaan dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB.
Nantinya sejumlah hal bakal digali oleh pihak Komnas HAM. Terutama untuk menguji keterangan yang sudah diperoleh.
"Untuk membuat terang peristiwa dan memberikan kesempatan untuk menguji keterangan yang telah kami peroleh, kami memanggil untuk mendapatkan keterangan atau informasi dari BKN," tuturnya.
Selain BKN dan Psikologi AD, dikabarkan pula ada sejumlah pihak yang berkaitan dengan TWK akan dipanggil untuk jalani pemeriksaan pada hari ini. Anam berharap para pihak yang telah dipanggil agar bisa datang.
"Semoga bisa datang dan memberikan keterangan," tandasnya.
Sebelumnya, Anam mengatakan, dalam pekan ini memang Komnas HAM bakal melakukan sejumlah panggilan pemeriksaan terkait kasus TWK. Setidaknya 5 panggilan akan dilayangkan untuk pihak terkait.
Baca Juga: Minta Firli Cs Acuhkan Pemeriksaan Kasus TWK, Kapitra PDIP: Bubarkan Saja Komnas HAM
"Jadi, kami menyiapkan lima panggilan untuk pihak yang lain guna pendalaman," katanya.
Berita Terkait
-
Minta Firli Cs Acuhkan Pemeriksaan Kasus TWK, Kapitra PDIP: Bubarkan Saja Komnas HAM
-
Tebongkar! Ini Dia Pembuat dan Pemberi Pertanyaan Pilih Alquran atau Pancasila
-
Pilih Alquran atau Pancasila? Ini Jawaban MenPAN-RB Tjahjo Kumolo
-
Kasus Suap Penyidik Robin, Aziz Syamsuddin Penuhi Panggilan KPK
-
Datangi Gedung KPK, Azis Syamsuddin Siap Diperiksa Saksi Kasus Suap Penyidik KPK
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri
-
Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi