Suara.com - Perdana Menteri Pakistan mengecam tragedi dimana seorang pria Kanada sengaja menabrak satu keluarga Muslim dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang disengaja.
Perdana Menteri Imran Khan mengatakan melalui akun Twitter-nya bahwa serangan yang terjadi hari Minggu menimbulkan Islamopfobia di negara-negara barat.
"Sedih mengetahui pembunuhan keluarga Muslim Kanada asal Pakistan di London, Ontario. Tindakan terorisme yang terkutuk ini mengungkapkan Islamofobia yang berkembang di negara-negara Barat. Islamofonia perlu dilawan secara holistik oleh masyarakat internasional," tulis Khan di akun Twitter-nya.
Menyadur Khaleej Times, Rabu (9/6/2021) pihak berwenang Kanada mengatakan mereka sedang menyelidiki potensi tuduhan terorisme terhadap pelaku yang merupakan seorang pria berusia 20 tahun.
Keluarga besar mengeluarkan pernyataan yang mengidentifikasi korban tewas sebagai Salman Afzal, 46; istrinya Madiha, 44; putri mereka Yumna, 15, dan seorang nenek berusia 74 tahun yang namanya dirahasiakan. Seorang anak laki-laki yang dirawat di rumah sakit diidentifikasi sebagai Fayez.
"Semua orang yang mengenal Salman dan keluarga Afzal lainnya tahu keluarga teladan mereka sebagai Muslim, Kanada, dan Pakistan," kata pernyataan itu.
"Mereka bekerja sangat keras di bidangnya dan unggul. Anak-anak mereka adalah siswa terbaik di sekolah mereka dan terhubung kuat dengan spiritual identitas mereka." sambungnya.
Pihak keluarga korban juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa masyarakat perlu melawan kebencian dan Islamofobia.
"Pemuda yang melakukan aksi teror ini dipengaruhi oleh kelompok yang diasosiasikan, dan masyarakat lainnya harus mengambil sikap tegas terhadap hal ini, dari tingkat tertinggi di pemerintahan kita hingga setiap anggota masyarakat," katanya.
Baca Juga: Benci Islam, Pria Ini Tabrakkan Truknya ke 4 Anggota Keluarga Muslim hingga Tewas
Nathaniel Veltman menghadapi empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama. Polisi mengatakan bahwa warga London tersebut tidak mengenal para korban.
Detektif Supt. Paul Waight mengatakan polisi belum menentukan apakah tersangka adalah anggota kelompok kebencian tertentu.
Dia mengatakan polisi London bekerja sama dengan polisi federal dan jaksa untuk melihat kemungkinan tuduhan terorisme.
Waight menolak merinci bukti yang menunjukkan adanya kemungkinan kejahatan rasial, tetapi mengatakan serangan itu direncanakan.
Walikota Ed Holder mengatakan bendera akan diturunkan selama tiga hari di London, yang katanya memiliki 30.000 hingga 40.000 warga Muslim.
Menteri Keamanan Publik Kanada Bill Blair menyebut serangan itu sebagai "tindakan Islamofobia yang mengerikan".
Blair juga berjanji akan mengerahkan sumber daya federal yang dimilikinya untuk membantu polisi London dalam penyelidikan, jika mereka membutuhkannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas