Suara.com - Hingga hari ini, desa-desa di Indonesia masih menjadi objek pembangunan. Padahal, menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, desa-desa tersebut mestinya menjadi subjek pembangunan.
Penyebab hal tersebut kata Halim, karena banyaknya permasalahan di desa. Selain itu, desa-desa di indonesia kesulitan dalam memetakan masalah prioritas yang harus diselesaikan.
“Banyaknya masalah di desa adalah sisi lain, sedangkan sisi lainnya lagi adalah kesulitan desa untuk memetakan masalah mana yang menjadi skala prioritas,” ungkap Halim dalam Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara di Ballroom Hotel Damhil, Gorontalo, Sabtu (12/6/2021).
Karena itu, Halim meminta agar desa-desa di Indonesia memahami kondisinya, dengan mampu menghimpun basis data desa maupun permasalahan di desa.
“Baik masalah yang terkait dengan masyarakat, maupun potensi yang dimiliki oleh desa. Itulah merujuk pada perpres 59 tahun 2017, (kami) berupaya melokalisasikan tujuan pembangunan berkelanjutan bukan pada level nasional, tetapi pada level desa.
Supaya kesadaran akan permasalahan yang dihadapi desa desa di indonesia betul-betul didasari pada masalah sebenarnya,” ungkap Halim.
Meski begitu, ia mengatakan bahwa nantinya pada perencanaan pembangunan pada tahun 2022 nanti, pihaknya akan menempatkan desa sebagai subjek pembangunan.
Sebab, pendataan berbagai masalah yang terangkum dalam SDGs desa, sudah hampir melebihi 50 persen dari untuk desa-desa di Indonesia.
“Kita sudah bicara jumlah, tidak hanya ngomong asumsi, karena kalau sudah ngomong data desa. Ini sangat mikro, pasti bicara orang, bicara di mana tempatnya, bagaimana kondisinya sehari-hari. Itulah makanya, di dalam penataan pendataan desa ini, kami selalu menekankan tiga hal,” katanya.
Tiga hal itu, rinci Halim, yakni kelengkapan proses pendataan, keakuratan dengan terus melakukan verifikasi faktual. Dan ketiga adalah keberlangsungan atau keberlanjutan.
Baca Juga: Regional Meeting Teluk Tomini-Malut, Mendes Abdul Halim: Bangun Desa Jangan Lupakan Akar
“Itulah makanya insha allah, kalau sudah ada data-data kita di tingkat desa, di tingkat mikro, dan tiga hal ini sudah dilakukan, saya yakin tidak ada lagi pemaslahn terkait pendataan kemiskinan,” ungkap Halim. [Wawan Akuba]
Berita Terkait
-
Regional Meeting Teluk Tomini-Malut, Mendes Abdul Halim: Bangun Desa Jangan Lupakan Akar
-
Jadi Jaring Pengaman, BLT Desa di Harapan Bangkitkan Ekonomi Desa
-
Mendes PDTT Usul Alokasi Dana Otsus Papua Bisa untuk Pembangunan Kampung
-
Dana Desa Dipakai Buat Perkaya Diri, 3 Mantan Kades di Cianjur Diciduk
-
Mendes PDTT Ajak Kepala Desa Perempuan mulai Menata Desa
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar