Suara.com - Lembaga Survei Indonesia menyebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berisiko besar kalah pada Pemilihan Presiden 2024, apabila queen maker Megawati Soekarnoputri mengusung Puan Maharani sebagai calon presiden.
Risiko tersebut juga bakal berpengaruh pada hilangnya kekuasaan PDIP mengontrol pemerintahan.
Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, menjelaskan hal tersebut bisa saja terjadi karena elektabilitas Puan yang masih kecil. Menurut hasil survei LSI, elektabilitas Puan hanya sebesar 2 persen.
Kendati demikian, angka itu bisa saja berubah karena popularitas Puan yang mencapai 61 persen.
"Artinya Mbak Puan masih punya potensi untuk menaikkan elektabilitasnya karena popularitasnya masih di angka 61 persen," kata Adjie dalam paparannya yang disiarkan langsung melalui YouTube Lembaga Survei Indonesia, Kamis (17/6/2021).
Namun, kalau melihat kondisi elektabilitas Puan yang saat ini masih kecil, kemungkinan PDIP tumbang di Pilpres 2024 bisa saja terjadi.
"Risikonya adalah ada potensi capres PDIP akan dikalahkan oleh capres yang lain. Artinya, PDIP akan kehilangan peluang mengontrol pemerintahan 2024-2029," sambung Adjie.
Prediksi itu bisa saja kalah, kalau terjadi perubahan-perubahan signifikan dalam pentas politik nasional. Misalnya, elektabilitas Puan melonjak naik menjelang Pilpres 2024.
"Artinya mbak Puan punya peluang untuk menjadi capres yang kuat yang diusung oleh PDIP."
Baca Juga: PDIP Pekanbaru Sebut Puan Maharani Cocok Maju Capres 2024, Ini Alasannya
Berita Terkait
-
PDIP Pekanbaru Sebut Puan Maharani Cocok Maju Capres 2024, Ini Alasannya
-
Soroti Isu Radikalisme, Rocky Gerung Curiga PDIP Ingin Jadi Partai Tunggal
-
Tak Lagi Berisik di Twitter, Akun Politisi PDIP Dewi Tanjung Ternyata Lenyap
-
Dukung PPN Sembako, PDIP: Pajak Instrumen Negara Lahirkan Keadilan
-
Disebut Paling Oke, Ini Potensi Pasangan Capres Cawapres Sandiaga Uno-Ganjar Pranowo
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan ASIsrael ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel
-
Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?