Suara.com - Plt Juru Bicara KPK Ali Firki menyebut 36 pegawai dibidang Kedeputian Penindakan dan Eksekusi yang terpapar positif covid-19 masih melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.
"Sejauh ini informasi yang terima isoman (isolasi mandiri)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (24/6/2021).
Ali menyebut KPK tetap memantau perkembangan dari 36 pegawai yang kini sedang menjalani isolasi mandiri. Puluhan pasien positif dari KPK itu juga kondisnya dipantau langsung oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas masing-masing tempat tinggal mereka.
"Dari Puskesmas tempat tinggal pegawai (dipantau kondisinya). Koordinasi dilakukan dari tim satgas covid dan klinik KPK," kata dia.
Sebelumnya, Ali menyampaikan lembaga antirasuah juga telah melakukan pembatasan kerja kepada pegawai dibidang Penindakan mulai Rabu 23 Juni sampai 25 Juni 2021.
"Namun, khusus kegiatan yang sebelumnya telah terjadwal tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," ucap Ali kemarin.
Demi mencegah penyebaran covid-19 dilingkungan KPK, kata Ali, pihaknya kini melakukan swab antigen bagi seluruh pegawai dan pihak-pihak terkait. Kemudian, kata Ali, melakukan penyemprotan disinfectan pada setiap ruang kerja pegawai.
"Dengan upaya ini diharapkan seluruh kegiatan pada Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi dan unit-unit kerja lainnya dapat segera kembali normal," kata Ali.
Baca Juga: Viral Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri di Bandung Dicaci Maki Tetangga dan Lurah
Berita Terkait
-
KPK Terima Duit Ratusan Juta Hasil Pembayaran Denda dari Para Terpidana Korupsi
-
Mangkir Pemeriksaan soal TWK, Komnas HAM Tunggu BIN dan BAIS hingga Akhir Pekan Ini
-
Lurah Gumuruh Kota Bandung Bantah Usir Warga yang Isolasi Mandiri
-
Viral Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri di Bandung Dicaci Maki Tetangga dan Lurah
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya