Suara.com - Ketua Tim Peduli Covid-19 MUI, Ikhsan Abdullah menilai saat ini semangat solidaritas masyarakat untuk bahu-membahu dalam penanganan Covid-19 sudah mulai kendor dibandingkan awal pandemi.
"Ada satu pengendoran semangat untuk berbagi, membantu sesama dibanding periode yang lalu, pada Desember, Januari. Februari, Maret yang kami semua bahu-membahu membantu sesama yang terinfeksi Covid-19 baik secara fisik maupun ekonominya," Ikhsan dalam diskusi bertajuk Solidaritas Melawan Pandemi, Sabtu (26/6/2021).
Ia pun menduga kendornya semangat solidaritas masyarakat karena sudah jenuh dengan pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda. "Jadi infeksi dengan varian baru ini rasanya sudah mulai membuat jenuh masyarakat," ujarnya.
Tak hanya itu, Ikhsan menilai pemerintah tidak komitmen dalam membuat kebijakan yang ketat dalam pengendalian Covid-19, seperti yang dilakukan negara-negara besar lainnya. Seperti Bandar Udara di Kanada terdapat papan pemberitahuan yang menuliskan hadis Nabi Muhammad SAW yang berisi tentang wabah penyakit.
"Satu hadis nabi yang menyatakan ditulis besar-besar 'Jangan memasuki kawasan yang sedang terkena pandemi dan jangan meninggalkan kawasan yang sedang pandemi'," tuturnya.
Menurutnya hadist Nabi Muhammad SAW tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Namun sayangnya tak diamalkan di Indonesia yang mayoritasnya umat muslim.
"Ini saya kira sabda Nabi yang relevan yang akurat sekali dengan kondisi sekarang dan kita meninggalkan. Justru umat lain di berbagai kawasan lah yang mengamalkan itu dan sekarang sudah landai penularan covidnya, artinya mereka sudah mampu membatasi sekaligus memutus mata rantai covid," kata Ikhsan.
"Contoh di Kanada itu ramai sekali bagaimana mereka melaksanakan hadis Rasulullah tadi. Namun kita di Indonesia sebagai negara besar yang juga masyarakat muslim terbesar meninggalkan itu, kita tidak taat dengan sabda Rasulullah tadi," sambungnya.
Menurut Ikhsan sejak awal antara masyakarat dan pemerintah tidak sepemahaman dengan kebijakan yang telah dibuat. Sehingga dalam penanganannya berjalan masing-masing.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Sudah Gawat, MUI : Tutup Arus Keluar Masuk Indonesia 14 Hari
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
PBB Sebut Israel Langgar Hukum! Ini Dampak Buruk Pencaplokan Tanah di Area C Bagi Warga Palestina
-
Intimidasi Tak Berhenti, Ini 7 Fakta Kronologi Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius
-
Masjid Gedhe Kauman Siapkan 1.500 Takjil Setiap Hari, Gulai Kambing Jadi Menu Wajib Tiap Kamis
-
Parkir Liar Merajalela di Tanah Abang, Rano Karno Janjikan 'Bersih-Bersih' Total dalam 3 Hari!
-
Kasus Koper Narkoba: Polri Akhirnya Bongkar Hubungan AKBP Didik dan Aipda Dianita!
-
Menlu Sugiono Bertemu Sekjen PBB di New York, Bahas Krisis Palestina dan Board of Peace
-
BMKG Tetapkan Status Siaga Cuaca Ekstrem di Jabodetabek hingga 21 Februari
-
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah
-
Tiba di Washington DC, Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia
-
Wamenag: Stop Sweeping Ramadan! Siapa Pun Dilarang Bertindak Sendiri