Cetak Rekor Lagi, Kasus Covid-19 DKI Jakarta Capai 9.271 Kasus
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penyebaran Covid-19 harian di ibu kota kembali mencatat rekor hingga menambah 9.271 kasus pada Sabtu (26/6/2021).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jakarta pada laman corona.Jakarta.go.id, total konfirmasi pasien positif meningkat dari 501.396 kasus menjadi 510.667 kasus.
Penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta pada hari ini merupakan hasil dari pemeriksaan usap pada sehari sebelumnya yakni pada Jumat (25/5) kemarin.
Untuk data tes PCR pada Jumat (25/6) dengan perincian tes terhadap 30.549 spesimen terdiri dari 22.911 orang yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 9.271 positif dan 13.640 negatif.
Dinkes DKI menyebutkan sebanyak 14 persen dari 9.271 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun dengan rincian 993 kasus anak usia 6-18 tahun, dan 332 kasus anak usia 0-5 tahun. Sedangkan, 7.218 kasus usia 19-59 tahun, dan 728 kasus kisaran usia 60 tahun ke atas.
Untuk distribusi 9.271 kasus positif hari ini, yaitu Kepulauan Seribu mencapai tujuh kasus, Jakarta Barat (2.005 kasus), Jakarta Pusat (722 kasus), Jakarta Selatan (1.671 kasus), Jakarta Timur (2.416 kasus), dan Jakarta Utara (1.509 kasus), serta data masih proses verifikasi data domisili sebanyak 941 kasus.
Sedangkan, kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Tanjung Priok (492 kasus), Cengkareng (392 kasus), Ciracas (340 kasus), dan Cipayung (306 kasus).
Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 9.271 kasus yang dilaporkan pada Sabtu ini, memecahkan rekor kasus harian jauh lebih tinggi dibanding laporan penambahan kasus pada Jumat kemarin sebanyak 6.934 kasus.
Baca Juga: Mengerikan Kasus COVID-19 Bali, Pasien Corona Melonjak Sampai 246 Orang Sehari
Kemudian pada Rabu (23/6) sebanyak 4.693 kasus, Selasa (22/6) sebanyak 3.221 kasus, Senin (21/6) sebanyak 5.014 kasus, dan Sabtu (19/6) sebanyak 4.895 kasus.
Bahkan penambahan kasus positif harian sebanyak 9.271 kasus yang dilaporkan pada hari Sabtu ini, juga lebih tinggi dibanding penambahan kasus yang dilaporkan pada hari Kamis (24/5) sebanyak 7.505 kasus, yang merupakan penambahan tertinggi sebelumnya sepanjang pandemi.
Berita Terkait
-
Mengerikan Kasus COVID-19 Bali, Pasien Corona Melonjak Sampai 246 Orang Sehari
-
Satu Keluarga Wali Kota Bandung Oded Mohamad Danial Positif COVID-19
-
Pemprov Lampung Akui Belum Bisa Kendalikan COVID-19
-
IDAI: 2 Anak Indonesia Positif COVID-19 Meninggal Tiap Seminggu Sekali
-
Pakai Masker Berlapis Dapat Mengurangi Penularan Covid-19
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri