Suara.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya menangkap tiga polisi gadungan yang memeras sopir angkot saat bermain judi ludo. Mereka mengenakan atribut seolah anggota reserse hingga membawa korek berbentuk pistol untuk meyakinkan korbannya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut ketiga polisi gadungan itu berinsial HK, RN dan AGU. Otak dari komplotan polisi gadungan ini ialah HK yang ternyata juga merupakan sopir angkot.
"Ada barang bukti berupa senjata korek milik RN untuk kesannya dia sebagai polisi. Dia juga menggunakan pakaian orang serse tulisannya turn back crime dan masker TNI-Polri," kata Yusri saat jumpa pers, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/6/2021).
Komplotan polisi gadungan ini menggunakan modus seolah-olah melakukan penggerebekan terhadap sopir angkot yang tengah bermain judi ludo. Selanjutnya, mereka membawa korbannya ke dalam mobil seraya memerasnya.
"Dibawa keliling, disitu diperas dengan mengambil handphone dan uang yang ada pada korban-korbannya. Diajak keliling terus diturunkan di tengah jalan," beber Yusri.
Kepada penyidik, HK dan ketiga rekannya mengaku telah dua kali melakukan aksi pemerasan dengan keuntungan berkisar Rp4 juta. Keduanya mereka lakukan terhadap sopir angkot di wilayah Ciracas dan Pondok Gede.
"Uangnya itu dia gunakan untuk kehidupan sehari-hari karena rata-rata yang diincar handphone," tutur Yusri.
Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Mereka terancam dengan hukuman maksimal di atas 5 tahun penjara.
Baca Juga: 5 Fakta Denny Caknan Kecanduan Judi, Gadaikan Ijazah dan KTP Keluarga
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?