Ia kemudian menceritakan hal ini kepada ibunya. Sontak, ibunya menyuruh sang tetangga itu untuk kembali pulang ke Jakarta.
"Nyokap tahu gitu baru nyuruh tuh tetangga pulang ke Jakarta. Itupun setelah berantem dulu sama gue. Masih belain tu tetangga. Btw ongkos pp tetangga gue dibayarin nyokap. Hihi, asyik ya, jalan-jalan plus kasih penyakit," pungkasnya.
Curhatan itu langsung ramai dikomentari warganet. Banyak dari mereka yang menceritakan pengalaman pribadi mereka hingga bertanya mengenai penularan penyakit itu.
"Serius nanya, emang kalau bronkhitis bisa nular ya? Sebab aku punya bronkhitis juga, tapi aku baru tahu kalau ini pnyakit nular, bertahun-tahun hidup berdampingan sama keluarga tapi ga ada yang ketularan aku. Kalau emang betul kasian juga keluarga aku, mungkin belum ketahuan aja kali ya kalau mereka sakit," curhat warganet.
"Persis tetangga aku dia kena covid-19 di swab PCR masih positif udah jalan-jalan keluar naik motor katanya bosen dirumah," beber warganet.
"Gak tahu alasan apa sampai si ibu ngotot ngajak tetangganya. Tapi kalau dia gak ngerasa bersalah udah nyelakain anak dan cucunya, what the hell is wrong with her? Tetangganya si jelas gak tahu diri, mon maap. Itu pengobatan berbulan-bulan, gak boleh skip obat or harus ngulang dari awal lo," jelas warganet.
"Nggak habis pikir sih sama nyokapnya, ya biar apa tetangganya itu tau rumah bokapnya di Jawa? Malah lebih sayang tetangga timbang anak cucunya," tegur warganet.
"Tapi penyakit bronkitis itu emang gak main-main. Papa ku punya riwayat bronkitis selama masa berobat gapernah mau ada kontak fisik sama orang di rumah. Ini malah udah nularin ke debay nya," tulis lainnya.
Mengenal Gejala Bronkitis
Baca Juga: Tagihan Listrik Nunggak, Wanita Ini Malah Lempar Uang ke Petugas PLN
Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus. Dikutip dari Alodokter, bronkitis kronis termasuk salah satu, dari dua jenis penyakit bronkitis.
Bronkitis kronis biasanya dialami oleh orang dewasa berusia 40 tahun ke atas. Penyakit tersebut dapat berlangsung hingga 2 bulan dan merupakan salah satu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Gejala bronkitis umumnya batuk yang dapat disertai sesak napas dan sakit tenggorokan. Pada kasus yang parah, batuk dapat menyebabkan nyeri dada, bahkan penurunan kesadaran. Penyakit bronkitis disebabkan oleh infeksi virus, tetapi lebih rentan menyerang perokok dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena bronkitis, antara lain tidak menerima vaksin influenza atau pneumonia, sering terpapar zat-zat berbahaya seperti debu atau amonia, juga berusia di bawah 5 tahun atau lebih dari 40 tahun.
Orang yang didiagnosis bronkitis ringan sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi jika kondisinya cukup berat, bronkitis harus diatasi dengan obat-obatan khusus batuk berdahak. Untuk membantu pengobatan, disarankan untuk banyak minum air putih dan istirahat yang cukup.
Untuk menghindari infeksi bronkitis dapat melakukan pencegahan dengan menghindari rokok, menerima vaksin flu dan pneumonia, menjaga kebersihan dan selalu mencuci tangan setiap usai beraktivitas. Juga mengenakan masker untuk menghindari paparan senyawa berbahaya.
Berita Terkait
-
Tagihan Listrik Nunggak, Wanita Ini Malah Lempar Uang ke Petugas PLN
-
Viral Penagih Utang Tak Berkutik 'Ngacir' Pergi Dikeroyok Emak-emak
-
Kisah Wanita Bertahun-tahun Tinggal Serumah dengan Tiga Ayah, Warganet Bingung
-
Bocil Izin Begini Pas Mau Ambil Es Krim di Kulkas, Publik: Beda Banget Sama Anak Sekarang
-
Jajan Es Pinggir Jalan, Pembeli Syok Temukan Barang Tak Terduga dalam Gerobak
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
Terkini
-
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Parpol, Pengamat: Anies Baswedan Tak Cukup Andalkan Akar Rumput
-
Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Dua Aksi Demo di Monas dan DPR
-
SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!
-
Sinergi Brantas Abipraya dan Kementerian PU Perkuat Pemulihan Sumbar Pascabencana
-
BMKG Gandeng Teknologi AI untuk Prediksi Hujan, Akurasi Diklaim Makin Tinggi
-
Kampung Starling: Riuh Rendah 'Dapur' Kafein Ibu Kota yang Terjepit Beton dan Janji Politik
-
Pemeriksaan Dokter Richard Lee sebagai Tersangka di Polda Metro Jaya Ditunda
-
Deklarasi Jadi Partai, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden
-
TKD Aceh-Sumatra Tak Dipotong, Komisi II DPR: Awasi Ketat Jangan Sampai Ada Penyelewengan
-
Pertemuan Kilat Prabowo - Dasco di Halim! Terungkap Misi Besar Presiden Temui Raja Inggris