Suara.com - Peran masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk keberhasilan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali. Kebijakan PPKM Darurat bisa menjadi efektif kalau tidak ada kesadaran dari masyarakat untuk menaatinya.
"Kebijakan PPKM tidak akan efektif jika masyarakatnya tidak patuh," kata Sosiolog dari Universitas Indonesia, Ida Ruwaida Noor saat dihubungi Suara.com, Jumat (2/7/2021).
Keadaan bisa diperparah kalau di saat masyarakat abai dengan peraturan, penegakkan hukum untuk aturan PPKM-nya juga berlangsung lemah.
Misal saja tidak ada pengawasan ketat saat adanya gelaran resepsi pernikahan ataupun aktivitas di restoran di mana masih ada masyarakat yang bandel akan aturan protokol kesehatan (prokes).
Guna membangun kesadaran masyarakat terhadap prokes, Ida menilai penting bagi tokoh, organisasi atau kelompok serta influencer di media sosial ikut turun tangan dalam menyosialisasikan prokes.
"Termasuk para influencer di media massa dan media sosial, dilibatkan dan terlibat, memotivasi dan memberi contoh untuk patuh 5M," ujarnya.
Ida juga menganggap kalau kenaikan jumlah kasus Covid-19 secara drastis di Indonesia bisa terjadi akibat masyarakat yang tidak mematuhi aturan.
Masih ingat dibenaknya ketika banyak masyarakat memilih mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri 2021 bersama keluarga.
"Alasannya karena mudik adalah kewajiban sosial budaya, kepatuhan anak pada orangtua, keluarga dan sebagainya," ujarnya.
Baca Juga: Geger Ucapan Indonesia Dimarahi Tuhan karena Tutup Masjid, Gus Nadir Semprot Anwar Abbas
Padahal pemerintah sudah meminta masyarakat untuk tidak mudik supaya menghindari adanya penyebaran Covid-19. Alhasil, jumlah kasus Covid-19 melonjak tajam bahkan tembus sampai 20 ribu lebih kasus setiap harinya.
"Kekhawatiran bahwa lonjakan akan terjadi pasca mudik memang terbukti terjadi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ngenes! Terapkan PPKM Darurat, Pemkot Tegal Tak Berikan Bansos
-
Belum Ada Arahan dari Risma, Wagub DKI Belum Putuskan soal Bansos PPKM Darurat
-
Geger Ucapan Indonesia Dimarahi Tuhan karena Tutup Masjid, Gus Nadir Semprot Anwar Abbas
-
Alvin Lie Ragu PPKM Darurat Efektif: Percuma Jika Pintu Tamu Luar Negeri Tak Ditutup
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Israel dan Lebanon Hentikan Kontak Senjata Selama 10 Hari untuk Memulai Proses Diplomasi
-
TNI AD Bangun 300 Jembatan dalam 3 Bulan, KSAD Laporkan Langsung ke Prabowo
-
Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim Pagi Ini
-
Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata
-
PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar