- Bendera merah simbol balas dendam berkibar di Iran usai Khamenei gugur.
- Masjid Jamkaran kibarkan bendera merah tanda kemarahan atas agresi Amerika Serikat.
- Iran bentuk dewan kepemimpinan sementara pasca-wafatnya Ali Khamenei akibat rudal.
Suara.com - Unggahan yang memperlihatkan berkibarnya bendera merah di atas Masjid Jamkaran di kota suci Qom, Iran, viral di media sosial. Pengibaran bendera tersebut diyakini sebagai simbol kemarahan sekaligus seruan balas dendam menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Momen ini muncul di tengah suasana duka mendalam dan eskalasi ketegangan regional pasca-serangan udara yang menargetkan Khamenei pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Secara historis, bendera merah memiliki akar kuat dalam simbolisme Syiah. Warna merah melambangkan darah para martir serta panggilan untuk menegakkan keadilan.
Dalam tradisi tersebut, bendera ini dikibarkan di atas tempat ibadah utama hanya pada momen tertentu, khususnya saat terjadi peristiwa tragis atau tindakan tidak adil yang menimpa tokoh penting.
Melansir laporan NDTV, dalam tradisi Syiah, warna merah memiliki makna mendalam terkait tuntutan balas dendam atas darah yang tertumpah secara tidak adil. Berbagai media internasional menilai pengibaran bendera ini sebagai sinyal peringatan keras bagi Amerika Serikat dan Israel bahwa rakyat serta pendukung Khamenei tidak akan membiarkan insiden tersebut berlalu tanpa respons militer lebih lanjut.
Kabar tewasnya Khamenei awalnya diumumkan secara sepihak oleh Presiden AS, Donald Trump. Media pemerintah Iran baru memberikan konfirmasi resmi pada keesokan harinya.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa agresi militer tersebut bertujuan membantu rakyat Iran menggulingkan rezim Khamenei yang telah berkuasa selama 37 tahun.
“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” ujar Trump.
Saat ini, Iran dilaporkan telah menunjuk seorang ulama berusia 66 tahun untuk bergabung dalam dewan kepemimpinan yang beranggotakan tiga orang. Dewan sementara ini akan menjalankan roda pemerintahan hingga Pemimpin Tertinggi yang baru resmi terpilih.
Baca Juga: Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar
-
Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet
-
Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari
-
Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko
-
Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong
-
Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita
-
Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi
-
Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris