Suara.com - Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih, mengatakan, sebanyak 80 persen orang di Indonesia terinfeksi Covid-19 varian Delta pada lonjakan kasus yang terjadi saat ini. Menurutnya, hal itu berdasarkan hasil laporan di lapangan.
"Kami sudah dapat laporan dari kawan-kawan di lapangan kalau dari Kemenkes belum dari kawan-kawan LIPI yang sedang meneliti dapat laporan bahwa memang varian Delta ini di lonjakan sekarang ini, 80 persen menginfeksi daripada varian yang lain," kata Daeng dalam diskusi daring Gelora Talks, Selasa (6/7/2021).
Daeng kemudian memberikan contoh sebuah rumah sakit merawat pasien covid 211 orang, dimana 160 orang dari jumlah tersebut terindikasi terpapar varian Delta. Menurutnya, varian Delta menjadi sudah merajai lonjakan kasus.
"Artinya varian Delta ini sekarang lagi merajai di kasus lonjakan karena memang kecepatan penularannya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Daeng mengatakan, ancaman dari covid varian Delta ini yakni lebih bisa memperburuk keadaan penderita. Pasalnya lebih mempunyai efek.
"Kemudian varian Delta ini menyebabkan perburukan lebih sering. Buktinya memang kebanyakan kasus-kasus sekarang ini kalau dikatakan oleh para peneliti ini potensi untuk dilarikan ke rumah sakitnya itu lebih tinggi dari sebelumnya. Ini menunjukkan kalo kasus harus dirawat di rumah sakit," tandasnya.
Kasus Melonjak
Untuk diketahui, kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Selasa (6/7/2021) bertambah 31.189 orang. Sehingga jumlah kasus positif di Tanah Air kini mencapai 2.345.018 orang.
Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan melalui akun Twitter resminya @Kemenkes RI.
Sementara itu, tercatat sebanyak 15.863 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Total selama ini sudah ada 1.958.543 orang yang sembuh.
Baca Juga: Bandara Adisutjipto Buka Sentra Vaksinasi Covid-19, Penumpang Divaksin Minimal H-1
Meski demikian, jumlah kasus meninggal pun bertambah 728 orang. Hingga saat ini ada 61.868 orang dinyatakan meninggal karena terinfeksi Covid-19.
Kemudian, Kemenkes RI juga mencatat terdapat 86.969 orang masuk ke dalam kategori suspek. Sejauh ini masih ada 324.597 kasus aktif atau masih menjalani perawatan atau isolasi di rumah sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025