Suara.com - Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengakui bahwa memang sudah ada pembicaraan mengenai vaksin Covid-19 dosis ketiga. Pembicaraan itu dilakukan Bio Farma dengan pemerintah dan Badan POM.
Namun pemberian dosis ketiga vaksin itu masih sebatas pembicaraan awal. Mengingat berdasarkan fakta di lapangan, vaksinasi tahap pertama dan kedua yang masih jauh dari target. Sehingga masih terlampau jauh jika sudah membicarakan vaksinasi dosis ketiga.
Hal itu dikatakan Honesti menjawab pertanyaan Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade saat rapat dengar pendapat. Andre bertanya apakah Indonesia akan mengikuti negara-negara lain semisal Turki yang sudah melakukan vaksinasi ketiga.
"Kita mencoba mempercepat vaksinasi kesatu-kedua. Ya boro-boro kita ngomong vaksin ketiga, (tahap) satu-duanya juga masih belum," kata Honesti secara daring, Rabu (7/7/2021).
Kendati masih jauh dan fokus kepada vaksinasi tahap pertama dan kedua, Honesti mengatakan vaksinasi dosis ketiga memang sudah mulai didiskusikan.
Kemungkinan jikapun ada vaksinasi dosis ketiga maka peruntukannya untuk tenaga medis terlebih dahulu.
"Paralel kita sudah mulai diskusikan Pak Andre minimal nanti untuk proteksi terhadap nakes dulu lah. Tapi tentu hasilnya nanti akan terkait nanti juga akan bisa disampaikan oleh otoritas yang bersangkutan pada saatnya itu sudah diputuskan," kata Honesti.
Vaksin Dosis Ketiga
Sebelumnya Andre menanyakan terkait vaksin dosis ketiga jepada Bio Farma. Ia turut menyinggung adanya sejumlah pihak yang telah melakukan vaksin dosis ketiga secara diam-diam.
Baca Juga: Menyumbang 81 persen Kasus, Profesor Peru Khawatir Varian Lambda Lebih Mematikan
"Nah kira-kira bagaimana Indonesia direncanakan mau jalankan hal itu atau tidak, kita pengen tahu pak. Karena kita juga tahu sudah banyak juga orang suntik yang ketiga gitu loh. Nah itu akan menjadi kebijakan negara ini hasil penelitian bapak nanti diusulkan ke Kemenkes atau tidak kita pengen tahu pak," tanya Andre.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan