"Respect. Sehat selalu semua. Jangan lupa prokes 5M terus. Jangan deket-deket buka masker. #badaipastiberlalu," pesan warganet.
"Alhamdulillah, membantu meringankan, bentuk perhatian untuk yang berjibaku di garis depan. Semoga dicatat sebagai amalnya," komen warganet.
"Mantab man. Semoga berkah usahanya dan sehat senantiasa untuk semua anggota tim yang terlibat. Amin," harap warganet.
"Baca ginian kok nangis ya. Terima kasih orang-orang baik," ungkap yang lain.
"Hormat untuk semua yang sudah membantu mengangkat mental dan semangaat untuk para garda pejuang. Semoga menjadi ladang amal dan bekal kelak. Amin," doa warganet.
35 Nakes Gugur Dalam Seminggu Akibat Ledakan Covid-19 di Indonesia
Tenaga kesehatan di Indonesia sendiri terus berjuang hingga berguguran bersamaan dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air.
Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 mencatat sudah ada 35 tenaga kesehatan yang meninggal dunia hanya dalam waktu enam hari pertama bulan Juli 2021.
Amanda Tan dari LaporCovid-19 mengatakan 35 nakes itu terdiri dari 17 dokter, 1 dokter gigi, 12 perawat, 4 bidan, dan 1 nakes lainnya.
Baca Juga: Dua Spa di Tamansari Terjaring Razia PPKM Darurat, Satu Terapis Positif Covid-19
"Mereka ada di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Paling dominasi Jatim," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (7/7/2021).
Amanda menyebut belum terkonfirmasi ke-35 nakes ini sudah divaksinasi Covid-19 semua atau belum, pihaknya masih melakukan pendataan.
"Ini catatan kelam pandemi di Indonesia, 5-6 tenaga kesehatan meninggal setiap hari. Perlindungan nakes sangat lemah. Kami turut berduka untuk nakes yang telah meninggal. Doa kami teriring bagi nakes yang masih berjuang," ucapnya.
Pusara digital LaporCovid-19 juga mencatat sudah ada 1.067 nakes yang gugur selama pandemi Covid-19 di Indonesia per 6 Juli 2021.
Mereka terdiri dari 405 dokter, 339 perawat, 167 bidan, 45 nakes lainnya, 43 dokter gigi, 32 ATLM, 9 apoteker, 5 sanitarian, 3 terapis figi, 3 sopir ambulans, 3 tenaga farmasi, 2 Epidemiolog, 1 fisikawan medik, dan 1 entomolog kesehatan.
Tag
Berita Terkait
-
Dua Spa di Tamansari Terjaring Razia PPKM Darurat, Satu Terapis Positif Covid-19
-
Satu Keluarga Meninggal Positif COVID-19 di Bekasi Gara-gara Ada yang Numpang Isoman
-
Lonjakan Kasus Masih Tinggi, Pemkot Solo Siapkan Lahan TPU Khusus Covid-19
-
Seluruh Tempat Wisata di Langkat Ditutup Sementara
-
Sendirian Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 Ditemukan Tak Bernyawa di Ruko di Kulon Progo
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil