Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, bahwa pernyataan menyoal negara gagal yang diutarakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas merupakan peringatan dini terutama untuk pemerintah.
Herzaky meluruskan bahwa pernyataan Ibas bukan berarti menstempel atau menstigma bahwa saat ini pemerintah sudah gagal atau menjadi bangsa yang gagal.
"Bukan. Justru ini adalah untuk peringatan ini adalah alarm dini bagi kita semua. Ini wake up call bagi kita semua terutama bagi pemerintah," kata Herzaky dalam acara diskusi daring, Minggu (11/7/2021).
Herzaky berujar peringatan itu ditujukan kepada pemerintah mengingat tanggung jawab mengelola negara ada di tangan mereka. Pemerintah diharapkan memiliki kepekaan dan kesiapsiagaan yang lebih terkait pandemi lewat pernyataan Ibas mengenai failed nation atau negara gagal.
"Untuk benar-benar memiliki sense of urgency ya, sense of crisis dalam penanganan Covid-19 ini. Ini yang mesti dipahami dulu, kita bukan mencap atau menstigma tapi ini peringatan awal kepada kita semua terutama kepada pemerintah juga," ujar Herzaky.
Serangan Balik ke Ibas
Jagat politik tanah air memanas. Pemicunya pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menyatakan Covid-19 makin 'mengganas'.
Dia khawatir RI disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya. Pernyataan Ibas ini menuai reaksi beragam dari politisi pendukung pemerintah.
Salah satunya Anggota DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim. Ia mencemes balik pernyataan Ibas itu. Ia menyebut, kekhawatiran Ibas terlalu berlebihan. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda Indonesia mengarah ke negara gagal dalam penanganan pandemi.
Baca Juga: Nylekit! Denny Siregar Sindir Demokrat: Kayak Banci Tampil Waktu Pandemi Lagi Gila-Gilanya
Lewat akun Twitternya @LuqmanBeeNKRI polisiti PKB itu berkomentar seperti ini:
"Tidak ada satupun indikasi negara gagal yang saat ini terjadi di Indonesia. Mungkin yang dilihat Mas Ibas bukan Indonesia, bisa jadi usai nonton drama Korea," tulis cuitan Luqman Hakim.
Balasan tak kalah pedas juga dilontarkan akun Twitter @joentakriver kepada Ibas. Ia mengatakan, kritikan Ibas kepada pemerintah itu tak ubahnya pernyataan sayang, tujuannya agar Indonesia tidak gagal seperti Partai Demokrat.
"Mas Ibas sepertinya sedang mengingatkan Pak Jokowi jangan sampai kayak partai demokrat yang jadi Failed Partai...Wajah menyeringai dengan mata tersenyumWajah menyeringai dengan mata tersenyum Tenang saja Mas ibas....Pak Dhe Jokowi bukan Pepo.." demikian cuitan akun @joentakriver.
Berita Terkait
-
Kasus Kian Melonjak, Yoyok Sukawi Setuju Gedung DPR/MPR Digunakan sebagai RSD Covid-19
-
Nylekit! Denny Siregar Sindir Demokrat: Kayak Banci Tampil Waktu Pandemi Lagi Gila-Gilanya
-
Halaman Gedung DPR Ramai Diusulkan Jadi RS Darurat Pasien Covid-19
-
Gedung DPR RI Diusulkan Jadi RS Darurat Covid-19, Fraksi Demokrat Setuju
-
Ibas Sebut 'Failed Nation', Politisi PKB Cemes Balik: Mungkin Ibas Abis Nonton Drakor
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek
-
Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada