Suara.com - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia saat tengah berjuang melawan Covid-19. Saat ini, kursi kosongnya akan diisi oleh Plt Sekda untuk sementara waktu.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benni Irwan mengatakan, hal tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Nantinya Plt Sekda akan meneruskan tugas mendiang Bupati Eka.
"Di Kabupaten Bekasi karena sesuai peraturan perundang-undangan, saat ini Plt. Sekda akan melaksanakan tugas kepala daerah sehari-hari (Plh Kdh)," kata Benni kepada wartawan, Senin (12/7/2021).
Keputusan tersebut juga menjadi kebijakan awal yang diambil. Karena itu, pihak Kemendagri langsung mengirimkan surat ke pemerintah daerah setempat.
"Pagi ini akan ada surat atau radiogram dari Kemendagri ke pemerintah daerah," ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia karena Covid-19. Eka Supria menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Siloam Tangerang, Minggu (11/7/2021) malam.
Sejumlah bupati di Indonesia menyampaikan duka cita. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana salah satunya.
Pada Minggu malam, Cellicia mengunggah foto Bupati Bekasi disertai caption ucapan duka cita serta doa.
"Hari ini kami mendengar kabar duka, sahabat kami Bupati Bekasi Kang @ekasupriaatmaja (meninggal) di RS Siloam," tulis Cellica di akun Instagramnya.
Baca Juga: Plh Sekda Herman Hanafi Jadi Plt Bupati Bekasi Setelah Eka Supria Atmaja Meninggal
Berita Terkait
-
Plh Sekda Herman Hanafi Jadi Plt Bupati Bekasi Setelah Eka Supria Atmaja Meninggal
-
Waduh! Geng Motor Tawuran Saat Masa PPKM Darurat, Remaja Bekasi Tewas
-
Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi Selama PPKM Darurat
-
Masuk Bekasi Wajib Surat STRP, Jika Tidak Putar Balik
-
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Meninggal, Sempat Tak Kebagian ICU
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR