Suara.com - Pemerintah telah mewajibkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19 ini. Namun hal ini sulit diterapkan bagi para Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Misalnya, seperti yang terjadi di Panti Sosial Bina Laras Harapan (PSBLH) Sentosa 2 Cipayung, Jakarta Timur.
Kepala Panti, Tuti Sulistyaningsih, mengakui sulit meminta para warga binaan sosial (WBS) untuk memakai masker.
"Mereka kan enggak bisa tertib pakai masker, ntar lupa taruh di mana, ketemu punya siapa saja langsung dipakai. Makainya juga enggak bener, pokoknya enggak efektif kita evaluasi," ujar Tuti saat dihubungi Suara.com, Selasa (13/7/2021).
Karena itu, mereka tak diwajibkan memakai masker selama di dalam panti. Namun untuk pelindung wajah atau face shield, para ODGJ itu disebutnya masih bisa mengerti kegunaannya.
"Kalau masker susah deh, nanti mereka enggak tahu masker yang sudah dikasih yang mana. Pas disuruh pakai punya orang lain," katanya.
Tak hanya itu, penggunaan sikat gigi juga menjadi perhatiannya. Ribuan ODGJ di lokasi tak bisa mengingat mana sikat gigi pribadinya masing-masing.
Solusinya, setelah berkonsultasi dengan dokter, akhirnya tiap sikat gigi direndam dengan larutan klorin atau air garam agar menghilangkan virus atau bakteri yang menempel.
"Kita bikin rendaman. Misalnya setengah tutup botol kita rendam sebentar saja 5 menit itu sudah seperti baru. Kalau ketukar-tukar, ada yang sudah terindikasi," tuturnya.
Baca Juga: Pernah Jadi Klaster, ODGJ di Panti Sosial Cipayung Bersih dari Covid-19
Karena sulit menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker, maka orang dari luar yang dikurangi interaksinya dengan para WBS. Para petugas misalnya, diwajibkan mengenakan masker double dan tak melakukan kontak langsung.
"Petugas kan yang biasanya membawa virus, tahun ini WBS kita enggak ada yang terpapar, malah petugasnya yang kena sudah ada sembilan orang," ucapnya.
Karena itu, ia menyebut di PSBLH Sentosa 2 Cipayung tidak ada kasus Covid-19 kepada para ODGJ meski memiliki WBS dengan jumlah ribuan orang. Begitu ada indikasi seperti demam dan kontak dengan petugas positif, langsung diisolasi.
"Kalau WBS-nya tidak ada, ada di Budi Murni 1 orang suhunya tinggi langsung diisolasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Terhimpit di Tengah Pandemi, Kusir Andong di Jogja Terpaksa Jual Kuda untuk Bertahan Hidup
-
Cegah Covid Pada ODGJ di Panti, Kegiatan yang Bersuara Dilarang hingga Rendam Sikat Gigi
-
Pernah Jadi Klaster, ODGJ di Panti Sosial Cipayung Bersih dari Covid-19
-
Patuhi Protokol Kesehatan, Jauhkan Covid-19 disekitar Kita
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita