- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti kecelakaan Transjakarta akibat sopir mengantuk, melukai lebih dari 20 penumpang.
- Transjakarta memiliki teknologi pendeteksi kantuk, namun belum diterapkan menyeluruh pada seluruh armada bus baru tersebut.
- DPRD mendorong Transjakarta segera mematangkan implementasi teknologi dan memperbaiki kualitas pengemudi untuk keselamatan penumpang.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, menyoroti insiden kecelakaan yang melibatkan armada bus Transjakarta baru-baru ini akibat sopir mengantuk.
"Kami berharap hal ini menjadi perhatian bagi Transjakarta agar bisa diantisipasi ke depan jangan sampai terulang lagi," ujar Aziz, Selasa (24/2/2026).
Insiden yang mengakibatkan puluhan penumpang luka-luka itu dianggap sebagai alarm keras bagi manajemen transportasi publik di ibu kota.
"Ya, ini kita bersyukur juga bahwa ini tidak sampai ada korban jiwa. Tapi kan ini sebuah tamparan yang keras ya, di mana korban cukup banyak, lebih dari 20 orang," lanjut Aziz.
Aziz mengungkapkan bahwa pihak legislatif sebenarnya telah meninjau berbagai langkah preventif yang dilakukan oleh manajemen Transjakarta sebelumnya.
"Beberapa waktu yang lalu, kami sudah melakukan kunjungan ke Transjakarta. Mereka sebenarnya sudah melakukan inovasi-inovasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Salah satunya adalah Transjakarta memiliki kamera yang memang di kendaraan itu bisa mendeteksi kalau sopirnya mengantuk," bebernya.
Kendati demikian, teknologi mutakhir pendeteksi kantuk itu belum diimplementasikan secara menyeluruh pada setiap unit bus.
"Ini inovasi yang bagus saya kira. Tapi ini kan belum semua kendaraannya diimplementasi seperti ini ya, sehingga terjadilah hal-hal seperti ini," kata Aziz.
Politisi PKS ini pun mendorong agar rencana pengadaan teknologi tersebut segera dimatangkan demi menjamin keselamatan para penumpang di jalan raya.
Baca Juga: DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
"Saya pikir ini harus digaungkan kembali, direncanakan, dimatangkan, agar semua kendaraan Transjakarta dilengkapi dengan alat ini. Sehingga tidak lagi terjadi hal-hal seperti ini," tegasnya.
Selain persoalan teknologi, kualitas dan kesiapan fisik para pengemudi juga menjadi sorotan utama agar sistem kontrol internal berjalan efektif.
"Ya kami kira Transjakarta harus berbenah, memperbaiki sistemnya, memperbaiki kualitas pengemudi sehingga nanti bisa dikontrol. Apabila memang tidak siap membawa kendaraan, ya seharusnya tidak boleh bawa kendaraan," imbau Aziz.
Aziz menutup pernyataannya dengan menyampaikan rasa empati yang mendalam bagi para korban yang terdampak musibah tersebut.
"Sekali lagi, kami turut berduka cita, turut merasa prihatin atas kejadian ini. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi ke depan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Diduga Main Asal Belok, Pengendara Ojol Luka Parah Dihantam Bus Transjakarta
-
Sopir TransJakarta Diduga Mengantuk hingga Tabrakan Adu Banteng, Polisi Dalami Unsur Kelalaian
-
Tabrakan Koridor 13, DPRD DKI Tak Terima Alasan Sopir Mengantuk: Direksi Transjakarta Akan Dipanggil
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja