- Polda Metro Jaya melaporkan situasi lalu lintas Jakarta pada Rabu (25/2/2026) pagi bervariasi, ada lancar dan padat.
- Pukul 07.00 WIB, kepadatan terjadi di TL Rindam Jaktim karena proyek PDAM, petugas mengatur lalu lintas di lokasi.
- Pukul 08.00 WIB, truk wing box kecelakaan tunggal menabrak separator di Jl. Gatot Subroto menyebabkan kepadatan.
Suara.com - Polda Metro Jaya melaporkan situasi terkini arus lalu lintas di sejumlah titik wilayah Jakarta pada pada Rabu (25/2/2026) pagi.
Sejumlah ruas dilaporkan terpantau lancar, sementara titik lain mengalami kepadatan hingga terjadi kecelakaan tunggal.
Informasi tersebut disampaikan akun X @TMCPoldaMetro. Pada pukul 06.30 WIB, arus lalu lintas di Traffic Light Bundaran Senayan arah Blok M dan menuju Semanggi dilaporkan lancar.
“06.30 Situasi arus lalu lintas di Traffic Light Bundaran Senayan arah Blok M dan yang akan mengarah Semanggi terpantau lancar,” tulis akun tersebut.
Memasuki pukul 07.00 WIB, kepadatan terjadi di Traffic Light Rindam, Jakarta Timur arah Tanjung Barat.
TMC Polda Metro Jaya melaporkan arus kendaraan ramai dan cenderung padat akibat proyek PDAM di sekitar lokasi.
“07.00 Situasi arus lalu lintas terkini di Traffic Light Rindam Jakarta Timur arah Tj.Barat terpantau ramai cenderung padat imbas adanya proyek PDAM,” jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan, petugas Sat Lantas Jakarta Timur melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan.
“#Polri Sat Lantas Jaktim melakukan pengaturan guna mengurai kepadatan disekitar lokasi,” sambungnya
Baca Juga: Ada Kunjungan Presiden Prabowo ke SPPG Polri, Pasar Palmerah Ditutup Sementara
Pada pukul 08.00 WIB, kecelakaan tunggal terjadi di ruas Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan Halte Denpasar arah Kuningan, Jakarta Selatan. Sebuah truk wing box menabrak separator jalan.
“08.00 Kecelakaan tunggal dialami truk Wing Box menabrak separator jalan di ruas Jl. Gatot Subroto tepatnya depan Halte Denpasar arah Kuningan Jakarta Selatan,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kepadatan. Pengendara diimbau berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
Berita Terkait
-
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah
-
Libur Imlek, Ribuan Kendaraan Serbu Puncak
-
Ada Kunjungan Presiden Prabowo ke SPPG Polri, Pasar Palmerah Ditutup Sementara
-
Mengapa Mobil Manual Masih Relevan di Indonesia Meski Jakarta Makin Macet? Ini 4 Pilihan Hemat
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna