Suara.com - Korps Lalulintas (Korlantas) Polri bakal membuat penyekatan jalan sebanyak 1.065 titik selama masa Idul Adha 1442 Hijriah.
Kepala Korlantas Irjen Istiono mengatakan, seribuan lebih titik penyekatan tersebut akan dibangun mulai dari Lampung, hingga Jawa dan Bali.
"Lampung 21 lokasi. Kemudian Banten kita buat 20 lokasi penyekatan, 2 jalan tol, 17 jalan non-tol, dan satu pelabuhan," ujar Istiono dalam konferensi pers Ditjen Perhubungan Darat virtual, Rabu (14/7/2021).
Dia melanjutkan, untuk di wilayah Polda Metro Jaya akan ada 100 pos penyekatan, di mana 15 pos berada di jalan tol dan sisanya 85 di jalan non tol.
Lalu, di Jawa Barat dibangun 353 pos lokasi penyekatan, Jawa Tengah sebanyak 721 pos penyekatan, serta di Yogyakarta dibangun 23 lokasi pos penyekatan yang semuanya jalan non tol.
"Jawa Timur dibangun 204 lokasi pos pembatasan penyekatan, Bali sebanyak 45 lokasi terdiri dari 43 lokasi jalan tol dan dua di pelabuhan," ucap Istiono.
Ia menegaskan, hanya pekerja dan pihak yang masuk dalam sektor esensial dan kritikal yang boleh lewat penyekatan jalan ini.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, para pekerja dan operator moda transportasi juga harus menyertakan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) untuk bisa melewati penyekatan tersebut.
Selain itu, penumpang juga harus menyertakan kartu vaksin sebagai syarat perjalanan.
Baca Juga: PPKM Darurat Jelang Idul Adha: Lampung, Jawa, Bali Disekat 1.000 Titik Lebih
"Untuk kendaraan logistik tidak harus vaksin. Arahan menhub pengemudi walau belum divaksin (bisa). Pemerintah melakukan akselerasi jumlah masyarakat yang dilakukan vaksin," kata Budi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta