Suara.com - Cara cetak kartu vaksin Covid-19 bisa dilakukan secara mandiri oleh peserta vaksinasi Covid-19. Tentu saja, kartu ini hanya bisa dicetak oleh orang yang sudah melakukan vaksin.
Ada beberapa cara cetak kartu vaksin Covid-19 yang dijelaskan dalam artikel ini. Peserta cukup mengikuti langkah-langkah berikut agar bisa mencetak kartu vaksin melalui laman pedulilindungi.id dan SMS.
PeduliLindungi merupakan laman dan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Situs ini juga berfungsi sebagai portal cek status vaksinasi covid-19 termasuk mencetak kartu vaksin.
Kartu vaksin atau sertifikat vaksinasi covid-19 bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satunya sebagai syarat wajib masyarakat yang akan bepergian dengan transportasi umum selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.
Berikut beberapa cara mencetak kartu vaksin covid-19 melalui PeduliLindungi dan SMS.
1. Cetak kartu vaksin covid-19 melalui website PeduliLindungi
- Kunjungi situs https://pedulilindungi.id
- Klik menu "Login/Register" di kanan atas halaman situs tersebut. Akan muncul “Login Sekarang” klik dan ketik di kolom “Masuk dengan nomor ponsel” pakailah nomor yang digunakan untuk pendaftaran vaksinasi. Setelah itu klik menu "Login Sekarang".
- Selanjutnya masukan kode OTP yang dikirim via SMS di Nomer ponsel tersebut dengan pengirim SMS “PEDULICOVID” akan otomatis berhasil login setelah OTP diketikan.
- Setelah berhasil login, klik nama Anda yang terletak di pojok kanan atas situs tersebut
- Kemudian pilih menu "Sertifikat Vaksin". Klik Nama Lengkap Anda di situs tersebut dan akan muncul pilihan sertifikat vaksin pertama dan kedua jika telah lengkap menerima dosis vaksinasi lengkap.
- Lalu, pilih Sertifikat yg akan di cekat yang ke-1 atau ke-2, lalu klik tampilan sertifikat vaksin dan klik menu "Unduh Sertifikat"
- Setelah berhasil di download, sertifikat vaksin akan tersimpan dengan format JPG di penyimpanan device anda.
- Terakhir, Sertifikat bisa langsung dicetak menggunakan printer.
2. Cetak kartu vaksin covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi
- Unduh aplikasi PeduliLindungi di playstore smartphone, klik install dan proses sampai selesai install.
- Regristrasi akun jika baru pertama kali menggunakan aplikasi Pedulilindungi dengan mengisikan data diri berupa nama lengkap sesuai KTP dan nomor ponsel.
- Setelah proses aktivasi selesai, masuk ke dashboard aplikasi Pedulilindungi.
- Pilih menu akun pribadi yang terletak di pojok kanan atas.
- Pilih sertifikat vaksin yang akan dicetak.
- Masukan data diri berupa NIK dan nama lengkap
- Unduh sertifikat dan selanjutnya bisa dicetak.
3. Cetak kartu vaksin melalui SMS
Cara cetak kartu vaksin covid-19 melalui SMS bisa dilakukan hanya jika mendapat pesan sms di nomor yang terdaftar saat pendaftaran awal. Link sertifikat via SMS biasanya akan dikirim setelah vaksinasi selesai sekitar 1-2hari setelah penyuntikan vaksinasi.
Baca Juga: Syarat Perjalanan Darat Jarak Jauh, Wajib Penuhi Ini!
Isi pesan SMS biasanya seperti ini :
“Sertifikat vaksinasi ke-* nama lengkap (NIK: 33xxx01) tersedia di https://asset.pedulilindungi.id/cert/*/2**/a**/60****.png atau akses lebih mudah lewat aplikasi PeduliLindungi di PlayStore dan AppStore”
Jika sudah menerima SMS tersebut, Klik link yang ada pada pesan tersebut akan diarahkan ke browser dan akan langsung muncul sertifikat vaksin. Selanjutnya bisa di screenshot atau klik kanan download dan bisa langsung dicetak.
Itulah beberapa cara cetak kartu vaksin Covid-19 yang dapat Anda coba setelah selesai vaksinasi. Selamat mencoba.
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Tag
Berita Terkait
-
Syarat Perjalanan Darat Jarak Jauh, Wajib Penuhi Ini!
-
Viral Anggota DPRD Fraksi PAN Cekcok dengan Petugas PPKM: 'Jangan Main-main dengan Saya'
-
5 Pelaku Pemalsuan Sertifikat Vaksinasi di Batam Diciduk, Ini Modusnya
-
Bobol Data Vaksinasi Covid-19, Relawan Penjual Sertifikat Vaksin Ditangkap
-
Syarat Keluar Masuk Jakarta Selama PPKM Darurat
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak