Terlebih dia dikenal sebagai sosok yang periang dan murah hati. Nydia juga dikenal sebagai pribadi yang jujur dan apa adanya. “Beliau ini periang, jujur, apa adanya. Dia sangat baik dan selalu menjaga perasaan orang lain," tutur Kurniawan.
Dalam bertugas, dokter kelahiran 1991 itupun dikenal sebagai petugas yang aktif, disiplin dan berkinerja baik. Sebagai dokter muda, Ayomi bahkan langsung dipercaya menjadi petugas jaga di UGD karena memiliki kemampuan yang mumpuni.
Ia juga dipercaya mengemban jabatan sebagai sekretaris Komite Medik di RSUD Teluk Wondama. Selain sebagai dokter jaga di UGD, dia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan nonklinis dalam rangka peningkatan mutu layanan RSUD Teluk Wondama.
Ia mengawali karir sebagai dokter honorer di RSUD Teluk Wondama selama beberapa tahun. Anak pertama dari dua bersaudara ini kemudian tembus tes CPNS pada 2019 dan diangkat menjadi dokter tetap. Dia mendapatkan tugas sebagai dokter tetap di Puskesmas Distrik Roswar, salah satu kecamatan terluar di Wondama.
Namun karena kemampuannya, dia kemudian ditarik ke RSUD untuk membantu pelayanan medis di satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Teluk Wondama itu.
“Tapi kemudian kami di RSUD kekurangan dokter dan dia sudah mumpuni untuk peningkatan mutu layanan di rumah sakti lewat program akreditasi dan sudah juga beberapa kali pelatihan akhirnya kita bermohon untuk di tarik ke RSUD," kata dia.
Ayah Berpulang
Belum usai kesedihan akibat kepergian Ayomi yang gugur karena Covid-19, kabut duka kembali menaungi keluarga besar Ayomi.
Kurang dari 24 jam setelah kepergiannya, sang ayah, Darmono Is juga dipanggil pulang menghadap Sang Khalik. Darmono menghembuskan nafas terakhir pada Kamis malam (15/7). Sang ayah meninggal dunia juga karena terinfeksi Covid-19.
Baca Juga: Viral, Juara Puteri Indonesia Papua Barat Tegur Pemuda Main Petasan di Wisata Merapi
“Bapaknya meninggal juga, Bapak Darmono. Meninggal jam 8 tadi malam. Meninggal Covid-19 karena ada beberapa komorbid, gula dan lainnya,” kata Kurniawan.
Kondisi Darmono sebenarnya masih relatif baik saat dibawa ke ruang isolasi Covid-19 di Gedung Sasar Wondama Manggurai.
Namun diduga karena mengalami tekanan psikis setelah mengetahui anaknya yang sedang hamil tua dirujuk ke luar Wondama dalam kondisi Covid-19 berat, kondisi Darmono kemudian menurun drastis.
“Terakhir kami sembunyikan kalau anaknya sudah meninggal tapi tidak tahu entah dia tahu atau ada kontak batin karena ini anak sama bapak,” kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Teluk Wondama, dr Habel Pandelaki, melalui sambungan virtual ikut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Ayomi.
Ia mengatakan kepergian Ayomi yang telah ikut berperan besar dalam penanganan Covid-19 di Wondama menjadi suatu kehilangan besar bagi masyarakat Teluk Wondama.
“Kami menyampaikan duka cita yang besar atas meninggalnya dr Nydia Ayomi. Kami juga sampaikan rasa hormat untuk keluarga,“ ucap Pandelaki.
"Nydia dan sang ayah telah dikuburkan pada Jumat, 16 Juli 2021. Selamat jalan dr Nydia Ayomi dan Sang Ayah," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan
-
Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite
-
Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!