- Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memutuskan mendonasikan seluruh gajinya ke yayasan Kitabisa.
- Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi untuk melawan stigma negatif bahwa wakil rakyat hanya memakan uang rakyat.
- Sahroni memilih Kitabisa karena platform tersebut menjamin transparansi penyaluran dana bantuan secara akuntabel kepada masyarakat.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk tidak mengambil gaji sebagai anggota dewan dan memilih mendonasikannya ke yayasan Kitabisa.
Langkah ini ia ambil sebagai bentuk transparansi sekaligus menjawab stigma negatif masyarakat terhadap wakil rakyat. Sebelumnya Sahroni jadi sorotan lantaran pelanggaran etik.
Sahroni menyebutkan bahwa selama ini sering muncul anggapan bahwa anggota DPR hanya "memakan" uang rakyat melalui pajak.
"Harapannya bisa membantu lah. Karena kan kemarin itu orang menganggap gue ini kan dianggap mengambil uang rakyat, mengambil lo terima uang dari pajak gitu kan," ujar Sahroni ditemui usai aktif lagi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Politisi Partai NasDem yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses ini menegaskan bahwa secara pribadi ia tidak bergantung pada gaji dari negara.
Sebagai seorang pebisnis, ia merasa lebih bermakna jika penghasilannya sebagai legislator disalurkan langsung kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan melalui jalur yang akuntabel.
"Gue sebagai businessman juga, ya itu (gaji) gua kasih lah kepada mereka yang membutuhkan melalui yayasan Kitabisa. Sifatnya kemanusiaan," jelasnya.
Sahroni memilih platform Kitabisa sebagai mitra penyaluran karena faktor transparansi.
Menurutnya, dengan menyerahkan mandat penyaluran kepada lembaga yang terbuka, publik bisa melihat langsung ke mana dana tersebut dialokasikan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Baca Juga: Decluttering saat Ramadan, Tren Mindful yang Bikin Hati dan Rumah Lebih Lega
"Gebrakannya mungkin gaji gua sebagai anggota DPR mau gua serahkan ke yayasan Kitabisa agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya membantu mereka-mereka yang butuh. Karena ini sifatnya transparan, yayasan yang terbuka, kita serahkan itu kepada Kitabisa. Biar lebih enak," tegas Sahroni.
Sahroni memastikan proses ini akan dilakukan secara otomatis melalui sistem perbankan (auto-debet) sehingga gaji tersebut tidak akan mengendap di rekening pribadinya, melainkan langsung terdistribusi untuk misi kemanusiaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Mengenal Pertahanan Mosaik: Taktik Perang Iran yang Bikin AS dan Israel Boncos
-
Stok Minyak Indonesia Hanya 21 Hari, Pakar Ungkap Fakta di Balik Cadangan Energi Nasional
-
Pemerintah Revitalisasi 72 Sekolah Terdampak Bencana di Pidie Jaya: Habis Anggaran Rp 86,7 Miliar
-
Update Korban Perang: 1.332 Rakyat Iran Tewas Dibom Rudal AS-Israel
-
Ingatkan Pemerintah Jangan Terburu-buru Naikkan Harga BBM, DPR: Harus Jadi Opsi Paling Akhir
-
KPK Telusuri Aliran Gratifikasi Rita Widyasari, Periksa Japto Soerjosoemarno
-
Israel Ancam Incar Nyawa Pimpinan Baru Iran, 18 Aset Militer AS di Timur Tengah Terpetakan
-
Pesawat Jatuh di Maros, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp1,7 Miliar Kepada Ahli Waris
-
Hasil Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ungkap 10 Persen Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental
-
Viral Simulator Kuda Polri, Kadiv Humas: Pengadaan 2016, Harganya Rp1 Miliar