Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan saat ini 7 juta orang di Jakarta sudah disuntik vaksin Covid-19. Namun 40 persen di antaranya bukan warga yang ber-KTP DKI.
40 persen warga yang disuntik itu kesehariannya memang beraktifitas di ibu kota. Tapi domisili atau tempat tinggal mereka bukanlah di Jakarta.
"Tidak kurang dari 40 persen yang mengikuti vaksin di Jakarta itu warga non Jakarta," ujar Riza di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta Selatan, Senin (26/7/2021).
Riza menyebut pihaknya tidak membatasi hanya warga KTP Jakarta saja yang boleh disuntik vaksin Covid-19. Meskipun kegiatan vaksinasi diadakan di ibu kota, siapapun boleh mengikutinya.
"Kita upayakan yang terbaik dan perlu disampaikan kita tidak membatasi apakah KTP Jakarta atau non-Jakarta," tuturnya.
Karena itu, ia meminta agar warga Jakarta segera ikut vaksinasi. Caranya tinggal mendaftar lewat aplikasi Jakarta Kini dan pilih tanggal dan lokasi vaksinasi.
"Ini wacana yang efektif untuk mengurangi dan penurunan penyebaran covid dan vaksin juga efektif untuk kita semua memastikan kita terbebas dari Covid-19 itu sendiri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sempat Tertunda, Korea Selatan Akhirnya Vaksinasi Kelompok Usia di Atas 55 Tahun
-
Beberkan Masalah Vaksinasi, Haris Azhar: Orang Tak Mau Divaksin Karena Kecewa
-
Pembagian BST Kemensos Masih Tatap Muka, Wagub DKI Harap Risma Pakai Sistem Transfer
-
Targetkan Vaksinasi Rampung 17 Agustus, Pemkot Dorong Pemuda Jogja Jadi Relawan Vaksinasi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok
-
ICW Soroti Bagi-Bagi Sembako di Monas, Desak Pemerintah Buka Sumber Anggaran yang Dinilai Tertutup
-
Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok
-
Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Kalimalang, Pengemudi Pajero Ditangkap Polisi
-
Percepatan Transisi Energi Bersih Berpotensi Tambah Beban Ekonomi Warga, Apa Solusinya?
-
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah
-
Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan
-
Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?
-
Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk