Suara.com - Tingkat vaksinasi covid-19 di tanah Papua tergolong rendah, di tengah malapetaka wabah sejak tahun 2020. Tapi penyebabnya bukan hanya peredaran informasi salah atau hoaks soal vaksin, tapi militerisme.
Meski tingkat vaksinasi rendah, Papua tetap dijadikan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional, Oktober mendatang.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI hingga Jumat hari ini (30/7/2021), baru 6,35 persen atau sekitar 160 ribu warga Papua yang sudah menerima dua dosis vaksin dari target lebih dari 2,5 juta orang.
Sementara mereka yang baru menerima dosis pertama tercatat sebanyak 13,8 persen atau sekitar 354.000 orang.
Ambrosius Mulait, salah satu aktivis Papua mengatakan selain maraknya hoaks yang beredar soal vaksinasi, sebagian warga Papua khawatir mendatangi tempat vaksinasi yang melibatkan aparat TNI/ Polri.
"Lebih pada [karena] trauma," kata Ambros, panggilan akrabnya.
"Yang mereka takutkan itu akibat dari banyaknya operasi [keamanan] di Papua, sehingga apa pun program yang dilakukan Pemerintah Indonesia, itu menjadi sangat sensitif untuk orang asli Papua."
"Apalagi sebelumnya itu ada orang sehat yang masuk ke rumah sakit, keluarnya mayat," tutur Ambros.
Ambros merujuk pada laporan kematian tiga orang kakak beradik di tangan aparat keamanan pada Februari 2021, menurut kelompok hak asasi dan saksi mata.
Baca Juga: Pria Difabel yang Kepalanya Diinjak Dikasih TV hingga Babi, TNI Disebut Rendahkan Korban
Saat itu Janius Bagau, korban luka tembak dari Amaesiga, dibawa ke sebuah klinik di Intan Jaya oleh saudara kandungnya, Soni Bagau dan Justinus Bagau.
Mereka diduga telah diperiksa, diinterogasi lalu dipukul di dalam Puskesmas Bilogai, hingga ketiganya dinyatakan meninggal dunia.
Dalam pernyataan kepada kantor berita Reuters, juru bicara TNI Komando Wilayah Papua, Kolonel Gusti Nyoman Suriastawa mengatakan "ketiganya berusaha kabur, menyerang dan berusaha merebut senjata dari tim Gabungan TNI-Polri yang menjaga Puskesmas."
Tapi Rut Sondegau, istri Janius mengatakan itu tidak benar, ketiganya tidak pernah berupaya untuk kabur dan mereka tak tahu keberadaan senjata.
'Cara Pemerintah membunuh kita'
Ambros mengaku sudah mencoba meyakinkan Ibunya yang tinggal di Jayapura untuk mau divaksinasi.
Tetapi ia mengaku sulit meyakinkannya karena masalah ketidakpercayaan pada aparat."
Berita Terkait
-
Pria Difabel yang Kepalanya Diinjak Dikasih TV hingga Babi, TNI Disebut Rendahkan Korban
-
Ramai Isu Vaksin Covid-19 Ada Microchip, Peneliti AstraZeneca Indra Rudiansyah Buka Suara
-
Amerika Beri 100 Dollar untuk Warga yang Mau Divaksinasi Covid-19
-
Tasikmalaya Jadi Daerah Vaksinasi Terendah di Jabar, Pemkab: Pasokan Vaksin Minim
-
Viral Aksi Kursi Terbang saat Vaksinasi COVID-19, Istri Pergoki Suami Selingkuh
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi